JAYAPURA — Satuan Tugas (Satgas) Pengaman Perbatasan (Pamtas) Yonif 700 Raider menemukan ladang Ganja seluas setengah hektar di Kampung Aldom, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.
“Lahan setengah hektar yang ditanami pohon ganja dengan posisi pohon-pohon ganja ditanam tak teratur dan tercampur dengan tanaman ubi-ubian,” Danramil 1702-01/Oksibil Kapten Inf Aprint Paembonan dari ujung selulernya, Minggu (24/7).
Setelah mendapatkan informasi tersebut, dikatakan Paembonan, ia bersama Danki Satgas Pamtas 700/Raider Kapten Inf Baharudin, Kepala Distrik Oksibil Herman Bamulki, Anggota Polres Pegunungan Bintang, Ibu Maria Dilam, anggota DPRD Pegunungan Bintang, Pastor Petrus Hamsi, Kepala Suku Yan Kasibmabin berserta masyarakat sekitar mendatangi Kampung Aldom untuk mengecek kebenaran laporan masyarakat tersebut.
Setibanya di lokasi, ditemukan puluhan pohon ganja di lahan seluas sekitar setengah hektar yang sudah siap panen dengan tinggi rata-rata mencapai 2 meter.
“Tim gabungan ini langsung melakukan pencabutan, lalu pohon ganja itu dibawa ke Mapolres Pegunungan Bintang sebagai barang bukti dan di terima oleh Kasat Reskrim Kapolres Pegunungan Bintang,” ujarnya.
Sementara, Dansatgas Pamtas Yonif 700/Raider, Letnan Kolonel Inf Horas Sitinjak melalui rilisnya mengapresiasikan anggotanya dan aparat kepolisian serta masyarakat setempat yang peduli akan tumbuhan illegal tersebut.
“Keberhasilan ini didapatkan berkat kerjasama serta pembinaan teritorial prajurit kami dengan masyarakat, sehingga masyarakat begitu melihat sesuatu yang tidak benar secara langsung menyampaikan informasi kepada aparat keamanan baik itu Koramil maupun Satgas agar segera dilakukan penindakan lebih lanjut,” kata Letkol Inf Horas Sitinjak.
Menurutnya, penemuan ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai sadar tentang bahaya narkoba yang selama ini menghancurkan generasi muda, untuk itu ia berpesan agar masyarakat tak perlu ragu-rau melaporkan apabila melihat ada yang ganjil ditengah-tengah masyarakat.
“Apabila masih melihat adanya sesuatu yang tidak baik, tidak usah ragu-ragu segera laporkan kepada aparat keamanan baik TNI maupun Polri untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. (Indrayadi T Hatta)