Pangdam IV Diponegoro Bentuk Tim Investigasi Penyebab Helikopter Jatuh di Sleman

SABTU, 9 JULI 2016

YOGYAKARTA — Tiga korban selamat jatuhnya pesawat Helikopter Serbu milik TNI AD dengan nomor registrasi HA-5073, kini dirawat intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Dr. S Hardjilukito di Berbah, Sleman, Yogyakarta. Sementara, tiga korban meninggal dunia telah dikirim ke rumah duka masing-masing di Sukoharjo dan Solo, Jawa Tengah, setelah selesai diotopsi malam ini.

Tampak hadir dalam proses otopsi tertutup di ruang gawat darurat RSPAU Dr. S Hardjolukito, Panglima Daerah Militer IV Diponegoro, Mayor Jenderal TNI AD Jaswandi, Komandan Pangkalan Udara Adisucipto, Marsekal Pertama TNI AU Imran Baidirus dan Komandan Rayon Militer 072/Pamungkas Yogyakarta, Brigadir Jenderal TNI AD Stephanus Tri Mulyono.
Dalam keterangannya, Pangdam IV Diponegoro membenarkan jika pesawat Helikopter tersebut merupakan kendaraan dinas udara Bawah Kendali Operasi (BKO) yang biasa digunakan oleh Pangdam sebagai Panglima Komando Operasi. “Maka, tujuan penerbangan heli ke Yogyakarta itu memang dalam rangka tugas-tugas BKO, karena saya juga harus ada di Yogyakarta”, ujar Pangdam.
Sementara terkait penyebab jatuhnya Heli tersebut, Pangdam mengaku pihaknya telah membentuk tim investigasi yang terdiri dari Penerbad (Penerbangan Angkatan Darat) dan juga Markas Besar TNI AD dan AU yang sudah mulai bekerja. “Informasi sementara, heli sudah mengalami mati mesin saat berada di udara”, jelasnya.
Jatuhnya Helikopter HA-5073 menewaskan tiga orang penumpang yaitu, Letnan Dua Calon Penerbang Angga Juang (Pnb II), Sersan Dua Sirait dan seorang warga sipil bernama Fransisca Nila Agustin. Sedangkan tiga korba luka berat adalah Kapten Calon Penerbang Titus Benekditus Sinaga, Sersan Kepala Rohmad, dan Sersan Dua Sukoco.
Terhadap keberadaan penumpang warga sipil bernama Fransisca Nila Agustin, Pangdam menjelaskan, jika Fransisca tersebut merupakan calon isteri dari Sersan Kepala Rohmad. Namun demikian, Pangdam menegaskan, jika ada prosedur terkait dengan keberadaan warga sipil di sebuah pesawat milik TNI AD, sehingga hal itu pun akan menjadi bagian yang akan diperiksa oleh tim investigasi. Sedangkan terkait tiga korban luka, Pangdam mengatakan, saat ini keadaannya mulai membaik dan dalam keadaan sadar, meski masih harus dirawat intensif di ruang gawat darurat. “Dan, untuk rumah warga yang rusak, kita akan menggantinya”, pungkas Pangdam. (koko)
Lihat juga...