BANDUNG — Kepala Kantor Regional II Otoritas Keuangan (OJK) Jawa Barat (Jabar), Sarwono membagikan tips agar masyarakat terhindar dari penipuan berkedok investasi. mengingat sudah banyak masyarakat di Jabar yang sudah menjadi korban pernipuan.
Dikatakan, investasi bodong selalu didahului oleh iming-iming keuntungan yang besar. Hal tersebut menjadi senjata ampuh bagi perusahaan investasi ‘nakal’ untuk mendapatkan investor. Karena itu, ia mengimbau apabila ada perusahaan investasi yang menawarkan kemudahan dan keuntungan besar, masyarakat wajib waspada.
“Dengan mengedepankan pendapatan atau bunga yang sangat menarik salah satu karakter dari investasi yang tidak baik,” ucap Sarwono, di Gedung Sate, Jalan Diponogoro, Kota Bandung, Rabu (27/7/2016).
Dikatakan, perusahan investasi bodong juga acap kali menggunakan sosok atau tokoh publik untuk menarik minat para investorya. Ia menyayangkan, cukup banyak pula masyarakat yang berpendidikan tinggi pun menjadi korbannya.
“Kami sudah membentuk Tim Satgas Waspada Investasi Daerah Jawa Barat, terdiri dari berbagai unsur selain OJK ada dari kepolisian, kejaksaan dan instansi lainnya. Semoga tidak ada lagi penipuan,” katanya.
Menurutnya, di Jawa Barat memang sudah banyak yang menjadi korban. Hal tersebut otomatis meresahkan masyarakat. Tim Satgas Investasi Daerah Jawa Barat, tugasnya untuk melakukan pencegahan agar perusahaan investasi ‘nakal’ tersebut tak bisa main-main di Jabar.
“Kita nanti akan sama-sama mengupayakan investasi-investasi di Jawa Barat agar bisa dikurangi dan dicegah perkembangannya,” pungkas Sarwono.
Berdasarkan data nasional, ada 262 perusahaan investasi yang melakukan penipuan. Terbagi dari 218 yang tak berizin dan sisanya memiliki izin namun tak sesuai peruntukkannya.(Rianto Nudiansyah)