Memasuki Arus Mudik, Kapal Reguler Menuju Kepulauan Kurangi Angkutan Barang

JUMAT, 1 JULI 2016

SUMENEP — Memasuki arus mudik lebaran pada tahun 2016, kapal yang beroperasi di Pelabuhan Kalianget menuju Kepulauan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai mengurangi mengangkut barang. Transportasi laut tersebut lebih mengutamakan para penumpang yang hendak mudik ke kampung halamannya.
Namun permasalahan juga timbul, dimana biasanya kebutuhan bahan pokok di kepulauan mulai meningkat, dengan adanya aturan pengurangan angkutan barang melalui kapal para pedagang tidak bisa berbuat banyak, terkecuali mereka harus menyewa perahu untuk mengangkut sembako yang dibeli dari daratan. Namun mereka merasa khawatir dengan kondisi gelombang tinggi yang sewaktu-waktu datang secara tiba-tiba.
“Sebenarnya para pedagang rela membayar lebih mahal ongkos ke kapal yang terpenting barang dagangan kami cepat sampai di kepualuan. Karena jika berlama-lama disini barang tersebut khawatir membusuk, sebab itu bahan kebutuhan pokok yang tidak bisa bertahan lama,” kata Ainurrahman (41), salah seorang pedagan sembako asal Pulau Kangean Kabupaten Sumenep, Jumat (1/6/2016).
Disebutkan, bahwa saat ini kapal yang beroperasi menuju kepulauan sudah mulai mengurangi angkutan barang, sehingga kebanyakan para pedagang yang membeli barang dari daratan mulai kebingungan, karena khawatir barang dagangan tersebut tidak terangkut akibat belum adanya transportasi angkutan barang menuju kepulauan. Padahal kebutuhan pokok sekarang di wilayah kepulauan mulai mengalami peningkatan, namun sayang sembako yang dari daratan belum bisa terangkut.
“Jadi kami ini masih harus menunggu perahu yang biasa mengangkut barang menuju kepulauan, tetapi itu berangkatnya tidak setiap hari. Makanya para pedagang sangat khawatir barang dagangannya tidak terangkut dalam waktu lama, sehingga mereka akan mengalami kerugian, karena barang tersebut sebagian akan rusak dan busuk,” jelasnya.
Meski sudah di larang untuk tidak membawa barang dagangan pada saat menggunakan kapal mudik gratis, sejumlah pedagang tetap nekat menaikkan barang, tetapi petugas yang berjaga tidak mengijinkan barang-barang tersebut masuk keatas kapal. Sehingga mereka terpaksa menurunkan barang dagangan yang akan dibawa menuju kepulauan. 
[M. Fahrul]
Lihat juga...