Setiba di Bandara Udara Haluoleo rombongan anggota DPD RI disambut langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara H. Sale Lasata bersama jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Sulawesi Tenggara menuju lokasi smelter mega industri Konawe untuk melihat secara langsung kondisi aktifitas pembangunan smelter untuk memastikan apa benar telah terjadi mobilisasi Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok sejumlah 700 orang yang selama ini beredar di media, sekaligus memantau kondisi Tenaga Kerja Lokal (TKL), sejauh mana proses pembangunan dan rencana kerja kedepanya.
Selain itu, Prof. Dr. Farouk Muhammad mengatakan hadirnya TKA bagian perjanjian pemerintah Indonesia dan BUMN Cina, dimana setiap proses pembangunan mega industri yang menggunakan perusahaan disertai modal dari Cina maka pembangunan konstruksi sebagian tenaga kerja didatangkan dari negaranya sendiri.“Tenaga kerja lokal diberi pelatihan, setiap masuknya tenaga kerja harus melalui Depnaker dan tanggung jawab sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sekitar,” sambungnya.

“kehadiran TKA selama ini sudah sesuai prosedur bahkan setiap satu kali dalam sebulan pengawasan dari Disnaker turun meninjau lapangan,” jelasnya.
“Permasalahan uang pesangon yang belum dibayarkan, kami tidak tahu menau data yang mana dipakai untuk menuntut perusahaan, karena perusahaan merasa sudah membayarkan semua,” pungkasnya. (Siddiq Muharram)