Luas Lahan Tanaman Tembakau di Lombok Mengalami Penyusutan Hingga 16 Ribu Hektar

KAMIS, 21 JULI 2016

MATARAM — Prospek pemasaran tanaman tembakau yang sempat mengalami keterpurukan dalam beberapa tahun terakhir,  terutama di Pulau Lombok membuat sebagian besar petani pada musim kemarau tahun ini memilih tidak menanam tanaman tembakau dan memilih menanam tanaman lain.

“Untuk tahun 2016, banyak di antara petani di Lombok, khusus derah bagian selatan memilih tidak menanam tembakau, karena trauma dengan pengalaman pada musim tahun lalu, dimana harga tembakau anjlok dan mengakibatkan kerugian petani tembakau” kata Kepala Dinas Perkebunan NTB, Budi Subagyo di Mataram, Kamis (21/7/2016).
Ia mengatakan tahun ini, luas lahan pertanian tembakau mengalami penurunan cukup drastis, hingga mencapai 16 ribu hektar, jauh lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dimana luas lahan mencapai 70 hektar are.
Selain terkait prospek pemasaran yang dinilai tidak lagi menguntungkan, faktor cuaca tidak menentu, dan seringnya petani mengalami penipuan dari para rentenir juga menjadi alasan kuat, kenapa sebagian petani tidak banyak menanam tembakau pada musim kemarau tahun ini.
“Sekarang ini banyak petani di Lombok lebih memilih menanam tanaman lain seperti jagung maupun semangka, meski prospek keuntungan didapatkan tidak seperti tanaman tembakau” ungkapnya.
Dikatakan, dengan menyusutnya luas areal lahan pertanian tanaman tembakau, secara otomatis akan berpengaruh juga terhadap nilai produksi, kalau dulu nilai produksi tembakau jenis virginia bisa mencapai 30 ribu ton, tahun ini kemungkinan akan mengalami penyusutan, karena banyak petani tidak menanam.
“Untuk itulah, pemerintah pusat diharapkan bisa segera mengesahkan RUU tentang pertembakauan yang bisa melindungi petani, terutama soal harga, supaya tidak mudah dipermainkan oleh rentenir atau perusahaan nakal”.(Turmuzi)
Lihat juga...