JUMAT, 22 JULI 2016
MATARAM — Ketua Komisi Nasional (Komnas) Anak, Aries Merdeka Sirait mengaku benar- benar kecewa dengan pelaksanaan Hari Anak Nasional (HAN) yang berlangsung di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pasalnya pelaksanaan HAN sekarang ini dinilai tidak sesuai harapan, dimana keterlibatan dan peran serta anak memeriahkan HAN sangat mengecewakan, termasuk dukungan dari Pemkot Mataram maupun Pemda NTB
“Saya melihat momentum HAN di Mataram belum dijadikan sebagai kebutuhan oleh masyarakat, itu terlihat dari minimnya partisipasi masyarakat, khususnya di NTB memeriahkan HAN, termasuk Pemkot Mataram dan Pemda NTB” kata Aries dengan raut wajah kecewa dalam keterangan persnya di hotel Aston Mataram, Jumat (22/7/2016)
Padahal, kata Aries, Indonesia sekarang ini dalam status darurat kekerasan terhadap anak dan merupakan kejahatan luar biasa, yang sebagian besarnya didominasi kasus kekerasan seksual termasuk di NTB, itulah alasan kenapa NTB dipilih sebagai lokasi HAN
Tapi apa, kita bisa melihat sendiri bagaimana partisipasi anak, masyarakat sekolah-sekolah termasuk pemerintah sangat minim dan mengecewakan, tidak ada spanduk yang menggambarkan dukungan dan kampanye menolak dan memerangi bersama apapun bentuk kekerasan dan kejahatan terhadap anak
“Padahal, kalau mau memutus mata rantai kekerasan terhadap anak, partisipasi masyarakat harus lebih banyak dilibatkan, melalui gerakan anak di kampung dan Itu tidak ada di NTB” jelasnya.
Aries juga mengaku kecewa dengan Forum anak di bawak Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan selaku pelaksana HAN dinilai telah gagal melaksanakan HAN di Mataram, dengan minimnya partisipasi anak dan masyarakat
“Makanya, Kedepan pada HAN selanjutnya, saya ingin supaya Kongres maupun HAN ini bisa berdiri sendiri, tanpa ada intervensi dari Kementerian supaya bisa kita atur sendir, sehingga pelaksanaannya diharapkan akan sukses” tutupnya. (Turmuzi)