RABU, 27 JULI 2016
Jakarta — Indonesia akan membangun Cadangan Penyangga (CPE) pada tahun 2016, cadangan tersebut dipayungi oleh ide pembentukan Dana Ketahanan Energi (DKE), besaran CPE tahun ini ditetapkan senilai Rp800 miliar.

Menanggapi Pembangunan CPE tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha menilai sebaiknya pemerintah fokus terhadap konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG).
“Jadi pemerintah tidak perlu susah payah menyiapkan program CPE untuk pembelian minyak mentah,” Ungkap Satya Di gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (27/72016).
Sambung Satya, jika memang crude itu tidak ada masalah, maka Anggota Komisi VII DPR RI ingin agar berapa pun konsumsi yang digunakan masyarakat Indonesia sudah ada jatahnya
Dikatakannya lebih lanjut, jika nantinya ada peningkatan anggaran terkait regulasi CPE. Mestinya jangan disimpan di luar negeri, di taruh di Indonesia saja, asalkan memiliki penyimpanan.
Sebab katanya, dana Rp 800 miliar, diperkirakan dapat diperoleh cadangan minyak mentah sebanyak 1,6 juta barel yang setara dengan konsumsi BBM satu hingga satu setengah hari di Indonesia.
“Kalau saya sih memilih mengkonversi untuk transportasi dari BBM ke BBG itu sudah langsung membuat drop CPE dalam bentuk crude” terangnya.
Politisi Partai Golkar ini memaparkan, dengan diterapkannya CPE tahun ini, maka Indonesia akan mempunyai cadangan penyangga energi untuk pertama kalinya. CPE berguna untuk mengantisipasi krisis energi bila suatu waktu terjadi.
“Tapi untuk gas juga harus disiapkan cadangannya untuk menjamin agar SPBG terisi, cadangan gas dalam bentuk liquify,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Saat ini, pembahasan Peraturan Presiden (Perpres) CPE sedang berjalan. Setelah pembahasan selesai, usulan Perpres akan diajukan kepada Presiden. Kementerian ESDM optimistis dalam satu hingga dua bulan ke depan, CPE akan segera diterbitkan.(Adista Pattisahusiwa)