SELASA, 12 JULI 2016
LAMPUNG — Paska kerusakan sling kapal pada pintu kapal (ram door) KMP Farina Nusantara pihak PT Jembatan Nusantara selaku pemilik kapal tersebut terpaksa mengistirahatkan (ancorage) kapal yang sempat mengganggu jadwal pelayaran tersebut. Proses perbaikan akan dilakukan di perairan Bakauheni dengan melakukan pembelian alat baru yang akan digunakan sebagai pengganti alat penggerak mesin (hoist ramdoor) yang patah pada bagian as.

Menurut kepala cabang PT Jembatan Nusantara, Martoyo, alat penggerak mesin ramdoor terpaksa dibeli di Merak agar perbaikan bisa dilakukan dengan memakan waktu sepekan. Kapal Farina Nusantara yang mengalami kerusakan ramdoor dan sempat bersandar di dermaga plengsengan akhirnya melakukan proses perbaikan di sekitar perairan Bakauheni.
“Kita akan lakukan perbaikan meski akhirnya satu kapal tidak beroperasi namun demi keselamatan pelayaran harus dilakukan baru jika selesai diperbaiki akan kembali dioperasikan”ungkap Martoyo saat dikonfirmasi media Cendana News di kantor PT Jembatan Nusantara cabang Bakauheni, Selasa (12/7/2016)
Martoyo mengakui kerusakan pada sling kapal tidak akan berpengaruh pada operasi kapal kapal yang dimiliki oleh PT Jembatan Nusantara di lintasan Selat Sunda karena khusus di pelabuhan Bakauheni dan Merak PT JN menyiagakan sebanyak 8 armada kapal melengkapi sebanyak 61 kapal milik perusahaan pelayaran swasta dan BUMN.
Beberapa kapal yang dimiliki oleh perusahaan pelayaran PT JN diantaranya KMP Farina Nusantara, KMP Royal Nusantara, KMP Mitra Nusantara, KMP Safira Nusantara,KMP Panorama,KMP Mabuhay,KMP Titian Murni, KMP Prima Nusantara.
Sebelumnya diberitakan Cendana News pada Senin malam (11/7) akibat insiden tali sling kapal roll on roll off (Roro) KMP Farina Nusantara yang sandar di dermaga dua Pelabuhan Bakauheni Lampung ratusan penumpang kapal tersebut terpaksa mengalami keterlambatan keberangkatan dari Pelabuhan Bakauheni menuju pelabuhan Merak Banten. Ratusan penumpang kapal tersebut bahkan sempat mengalami kepanikan akibat belum adanya keputusan terkait keberangkatan kapal paska insiden tersebut hingga akhirnya diputuskan kapal bersandar di dermaga plengesengan untuk proses evakuasi.
Proses perbaikan sementara hingga evakuasi ratusan penumpang kendaraan dan pejalan kaki memakan waktu sekitar dua jam mengakibatkan jadwal keberangkatan kapal tertunda. Beberapa penumpang kapal mengaku kecewa dengan insiden tersebut yang berakibat fatal bagi keselamatan pelayaran akibat ramdoor yang rusak. Kapal terpaksa dievakuasi ke dermaga plengesengan dalam kondisi ramdoor terbuka.
Pasca insiden sling tali ramdoor kapal milik perusahaan pelayaran PT Jembatan Nusantara tersebut seluruh penumpang kapal meliputi penumpang pejalan kaki dan kendaraaan dialihkan ke KMP Mitra Nusantara yang merupakan salah satu armada milik PT Jembatan Nusantara.
“Sudah hampir selama lima jam saya berada di pelabuhan Bakauheni dan setelah peristiwa putusnya tali sling ramdoor kapal membuat perjalanan saya terhambat” ungkap Joni salah satu penumpang pejalan kaki.

Kronologis insiden tali sling kapal putus terjadi di dermaga 2 Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan sesudah kapal melakukan proses menutup ramdoor kapal sekitar pukul 18:20 WIB. Insiden tersebut terjadi saat KMP Farina Nusantara milik perusahaan pelayaran PT Jembatan Nusantara (JN) melakukan proses penutupan pintu buritan kapal (ramdoor) pada ruang dek kendaraan tiba tiba tanpa diketahui penyebabnya tali sling terbuat dari tali baja tersebut langsung putus.
Akibat hantaman ramdoor terbuat dari besi dengan tinggi 3,8 meter dan lebar 2 meter tersebut sempat menimbulkan percikan api pada bagian ramdoor yang menghantam embe dermaga dua pelabuhan Bakauheni Lampung tersebut. Meski demikian insiden yang sempat menimbulkan penumpang berhamburan ke buritan untuk mengetahui penyebab putusnya tali sling kapal tersebut.
“Sedang dilakukan perbaikan tali sling kapal namun setelah diperbaiki selama satu jam tali sling kapal tak bisa digunakan untuk menutup pintu buritan kapal sehingga diputuskan seluruh penumpang dialihkan dan ini sudah akan segera dialihkan ke kapal lain”ungkap salah satu kru KMP Farina Nusantara.
Akibat insiden tersebut dua kendaraan terpaksa dikeluarkan sambil menunggu proses perbaikan dan beruntung dua mobil yang ada di barisan paling belakang tidak tertimpa ramdoor KMP Farina Nusantara saat sling kapal sebelah kanan tersebut putus.
Kedua pengemudi kendaraan, Ari (35 ) bersama rekannya Munawar dari Tanjungbintang hendak ke Cilegon yang naik menggunakan mobil sedan Vios bernomor polisi A 1255 WN mengaku sangat kaget saat ramdoor kapal putus dan nyaris menghantam kendaaraan miliknya.
Putusnya tali sling kapal sebelah kanan tersebut juga membuat shock oleh pengemudi kendaraan B 1559 CKJ yang dikemudikan oleh Yadi (40) bersama lima orang anggota keluarganya masih berada di dalam kendaraan nyaris menimpa kedua mobil tersebut.
Dampak dari insiden tersebut diputuskan seluruh penumpang kapal akan dialihkan ke kapal Mitra Nusantara. Selain mengganggu jadwal keberangkatan kapal (sailing time) dan mengurangi jumlah trip kapal yang dioperasikan selama arus balik lebaran.
Sementara itu general manager PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Eddy Hermawan menyatakan akibat kejadian tersebut menimbulkan beberapa dampak diantaranya jadwal kapal terganggu dan mengurangi trip kapal dari yang seharusnya dioperasikan pada pelayaran arus balik.
“Pastinya mengganggu waktu keberangkatan kapal dan trip kapal terganggu satu trip selama proses perbaikan tali sling ramdoor berlangsung”terang Eddy Hermawan.
Sesuai jadwal jika KMP Farina Nusantara yang berangkat dari dermaga dua pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 18:30 WIB tersebut akan sampai di Pelabuhan Merak sekitar pukul 21:00 WIB. Akibat putusnya sling kapal tersebut akhirnya KMP Farina Nusantara melakukan olah gerak untuk membongkar muatan kapal yang terdiri dari dan ratusan kendaraan dan ratusan penumpang pejalan kaki.
Berikut data KMP Farina Nusantara yang Mengalami Insiden Ramdoor Rusak
KMP Farina Nusantara merupakan salah satu kapal milik perusahaan pelayaran PT Jembatan Nusantara (JN) merupakan salah satu armada kapal dari beberapa kapal yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun Cendana News, kapal Farina Nusantara memiliki spesifikasi sebagai berikut:
IMO: 7116054
MMSI: 525002068
Call Sign: YHEY
Flag: Indonesia [ID]
AIS Vessel Type: Passenger
Gross Tonnage: 4824
Bobot mati : 600 ton
Panjang: 89,58 meter
Lebar: 16,03 meter
Tahun pembuatan: 1994
(Henk Widi)