Kemarau Basah, Hujan akan Turun Sepanjang Tahun Ini

JUMAT, 22 JULI 2016

YOGYAKARTA — Musim kemarau tahun ini masih akan disertai hujan yang akan terus turun sepanjang tahun ini. Kendati tak setiap hari dan intensitas hujannya bervariasi di setiap daerah, namun kondisi tersebut berpengaruh besar terhadap sektor pertanian. Sementara itu, tekanan rendah di sebelah barat Sumatera saat ini berpotensi menyebabkan gelombang tinggi di pesisir selatan Jawa, sehingga para nelayan pun diminta lebih waspada dan berhati-hati.

Kemarau Basah, demikian Prakirawan Pos Klimatologi Stasiun Radar Cuaca Yogyakarta, Romadi, menyebut fenomena musim kemarau saat ini yang masih saja disertai turunnya hujan. Romadi yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat (22/7/2016) menjelaskan, pada bulan Juli ini Indonesia telah memasuki musim kemarau. Namun karena adanya pengaruh global, La Nina, menyebabkan musim kemarau tahun ini akan disertai hujan. Kendati tidak setiap hari dan intensitasnya bervariasi, namun kondisi tersebut dipastikan berdampak besar di sektor pertanian.
Terhadap fenomena La Nina yang menyebabkan iklim menjadi tidak tentu, Romadi pun meminta agar petani lebih aktif mengakses informasi prakiraan cuaca agar lebih bisa mengantisipasi dampak kemarau basah terhadap tanaman pertaniannya. Sementara itu, pihaknya pun secara berkala selalu mengirimkan prakiraan iklim yang berlaku selama tiga bulan kepada para kelompok pertanian untuk disosialisasikan kepada para petani. Dan, untuk saat ini, kata Romadi, prakiraan iklim tiga bulan ke depan menunjukkan masih akan turun hujan. Beberapa wilayah di Yogyakarta akan mengalami hujan cukup tinggi antara lain Kabupaten Gunungkidul, Kulonprogo dan bagian utara Sleman.
Selain La Nina yang menyebabkan kemarau basah, Romadi juga menyebutkan adanya gangguan berupa tekanan udara rendah di sebelah barat Sumatera. Hal ini memicu terjadinya kecepatan angin yang cukup tinggi sehingga berpotensi menimbulkan gelombang tinggi di kawasan pesisir selatan Jawa.

“Gelombang tinggi bisa mencapai 3,5 meter, sehingga para nelayan harus berhati-hati. Juga kepada wisatawan pantai harus tetap waspada, karena gelombang tinggi bisa terjadi sewaktu-waktu”, pungkasnya. (koko)

Lihat juga...