MINGGU, 3 JULI 2016
LAMPUNG — Kapolda Lampung Brigjen (Pol) Ike Edwin menjamin keamanan dalam perjalanan arus mudik bagi pemudik di sejumlah wilayah Provinsi Lampung, terutama yang menggunakan moda transportasi pesawat udara di bandara Raden Inten II, kereta api di stasiun kereta api Tanjungkarang dan kapal laut di pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Jaminan keamanan yang dilakukan Polda Lampung dilakukan dengan menambah jumlah personil yang bertugas dalam operasi Krakatau Ramadniya 2016 dengan jumlah dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Penambahan jumlah personil polisi dalam operasi tersebut diantaranya dengan menambah pengamanan di jalur mudik pada pos pelayanan, pos pengamanan di sepanjang jalur mudik.
“Saya pastikan pengamanan oleh kepolisian khususnya di pelabuhan Bakauheni berkoordinasi dengan TNI, pihak ASDP dan semua pihak terkait memberikan keamanan dan kenyamanan kepada para pemudik yang turun dari kapal dari Pulau Jawa,”ungkap Brigjen pol Ike Edwin yang didampingi general manager PT ASDP Bakauheni, Eddy Hermawan saat diwawancarai awak media, Minggu (3/7/2016).
Kapolda Lampung yang datang saat puncak arus mudik tersebut mengaku pengamanan di sejumlah titik di Pelabuhan Bakauheni diantaranya dengan menjaga titik titik kedatangan penumpang pejalan kaki diantaranya loby kedatangan penumpang, terminal penumpang Bakauheni, pintu keluar bagi pemudik pengguna kendaraan bermotor. Sebelum melakukan pemantauan di Pelabuhan Bakauheni, Kapolda melakukan pemantauan kepadatan arus mudik yang ada di sepanjang Jalan Lintas Sumatera melalui helikopter.
Selain meninjau fasilitas mudik di Pelabuhan Bakauheni diantaranya loket penjualan tiket penumpang pejalan kaki, loby kedatangan penumpang, Ike Edwin juga berkesempatan memeriksa seluruh anggotanya yang bertugas di Pelabuhan Bakauheni diantaranya di posko pelayanan Polda Lampung yang memiliki fasilitas video conference dan closed circuit television (CCTV).
CCTV milik Polda Lampung terkoneksi dengan sejumlah titik kepadatan lalu lintas dan pintu masuk pemudik dari sejumlah lokasi diantaranya bandara Raden Inten II, pelabuhan Bakauheni, stasiun kereta api Tanjungkarang.
Arus pemudik berbagai jenis kendaraan dari sejumlah wilayah di Lampung menuju Pelabuhan Bakauheni dan menyeberang menggunakan kapal roll on roll off terpantau sejak H minus 12 hingga H minus 3 mencapai 271.956 orang terdiri dari penumpang pejalan kaki sebanyak 26.580 orang, penumpang dalam kendaraan mencapai 245.375 orang,kendaraan roda dua mencapai 4.740 unit dan roda empat mencapai 45.454 unit.
Berdasarkan pantauan pemudik dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa dan sebaliknya mulai meningkat sejak pagi hingga sore hari, pemudik dari Pulau Jawa ke Sumatera menggunakan transportasi kapal roll on roll off (Roro) mulai menurun. Terlihat sejumlah kapal roll on roll off yang bersandar di Pelaabuhan Bakauheni mulai minim kendaraan roda dua. Sementara penumpang pejalan kaki yang berdatangan dari Pelabuhan Merak masih terus mengalir dengan rata rata penumpang pejalan kaki dari setiap kapal mencapai 300 orang.

Trip kapal yang terus meningkat dari total sebanyak 97 menjadi 106 trip perhari di lintasan Selat Sunda mengakibatkan pihak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Merak dan Bakauheni menerapkan kebijakan percepatan waktu bongkar muat (port time) yang semula mencapai 60 menit menjadi 45 menit setiap kapal. Jadwal kapal yang lebih cepat dilakukan untuk mempercepat pelayanan penumpang kapal baik kendaraan maupun pejalan kaki.
[Henk Widi]