Jumlah Penerima DAK Tahun 2016 di Sumenep Masih Buram

RABU, 20 JULI 2016
SUMENEP — Meskipun telah memasuki pertengahan tahun di 2016 ini, penerima bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dibawah naungan Dinas Pendidikan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, rupanya masih buram. Sehingga instansi terkait belum mengetahui lembaga pendidikan mana saja yang akan memperoleh bantuan tersebut.

Muhamad Iksan, Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.  
Sampai saat ini penerima bantuan masih dalam proses penggodokan oleh dinas terkait untuk menentukan layak tidaknya lembaga yang akan mendapatkan bantuan sesuai petunjuk dan tehknis yang telah ditentukan. Agar penerima itu tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan dilembaganya masing-masing.
“Jadi sampai sekarang masih belum diketahui nama-nama lembaga penerima bantuan Danan Alokasi Khusus (DAK) di daerah ini, karena masih dalam penggodokan sesuai dengan petunjuk dan tehknis yang ditentukan. Jadi itu sudah kami serahkan kepada kabid Dikdas, lembaga mana saja yang berhak menerima bantuan,” kata  Muhamad Iksan, Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Rabu (20/7/2016).
Disebutkan, bahwa pihaknya tetap menargetkan pada bulan depan nama-nama lembaga penerima bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun 2016 sudah diketahui beserta besaran anggaran yang akan diterima. Sehingga penerima bantuan tersebut sudah diketahui sebelum batas waktu yang telah ditentukan.  
“Kami optimis tiga bulan sebelum pelaksanaan itu sudah selesai. Makanya menargetkan realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) selesai jauh sebelum batas waktu berakhir,” jelasnya.
Sementara Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 untuk daerah ujung timur Pulau Madura ini mencapai sebesar Rp. 14,8 Miliar, dimana dana tersebut untuk digunakan dalam peningkatan fasilitas sekolah dasar. Agar kedepan dunia pendidikan di daerah ini terus mengalami perkembangan yang signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.
“Dana itu bisa digunakan untuk perbaikan ruang kelas baru, ruang perpustakaan dan peningkatan mutu pendidikan yang ada di lembaga tersebut,” pungkasnya. (M. Fahrul)
Lihat juga...