SABTU, 30 JULI 2016
PONTIANAK — Pedagang musimam di berbagai daerah terus bermunculan di hari-hari penting, tidak terkecuali menjelang hari kemerdekaan NKRI, 17 Agustus. Seperti terlihat Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, seorang pedagang dari Garut, Hari ikut ambil peruntungan.
“Tahun 2003 sudah jualan bendera ini di Pontianak sampai sekarang,” tuturnya, saat tengah berjualan bendera di Jalan Adi Sucipto, Kota Pontianak, Sabtu (30/7/2016).
Ia mengaku, selama berjualan bendera keliling banyak pengalaman yang ia dapat. Di antaranya adalah mengenal semua orang di luar pulau. Baginya, hal itu merupakan pengalaman yang sangat berarti dalam hidupnya.
Ia bercerita, suatu ketika ia mendapat tawaran tempat tinggal gratis oleh warga setempat. Awalnya, ia heran. Mengapa ia bisa dapat tempat tinggal gratis.
“Selama koskan bayar. Karena mungkin saya sering bantu bersih-bersih dan jaga keamanan ketika malam, maka pemilik kos jadi baik ke saya. Alhamdulillah,” ujar pria asal Desa Leles, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Ia mengaku, selama berjualan bendera di Pontianak ini keuntungannya lebih dari diperkirakan. Padahal, ia sering mengaku mendapat keluhan temannya yang berjualan bendera hasilnya pas-pasan.
“Lebih banyak yang belinya ini bendera yang saya jual,” ucapnya.
Ia mengaku, untuk modal awal berjualan berndera belasan juta rupiah.
”Modal Rp 10juta sampau Rp15juta. Umbul-umbul Rp 35ribu, Bandir Rp 45ribu, Bakron Rp 350ribu 10 meter. Omsetnya selama musim jualan bendera ini Rp 30juta,” tuturnya.
Ia mengaku pernah berjualan ke Provinsi lainnya di Indonesia. Pengalaman itu ia jadikan pelajaran mengenal lebih jauh keanekaragaman.
“Ke Papua, NTT, Aceh, pokoknya seluruh Indonesia ini. Kita nunggu di sini. Mereka yang kirim dari Garut. Di Leles itu ada pembuatan bendera. Makanya kampung kami disebut ‘Kampung Bendera’. Karena orang-orangnya semua bikin bendera menjelang 17 Agustus ini,” tuturnya.
[Aceng Mukaram]