Isteri Korban Penyanderaan Minta Presiden Bantu Pembebasan Suaminya

SELASA, 12 JULI 2016

LARANTUKA — Yasinta Pusaka Koten, isteri dari korban penyanderaan para teroris di perairan Sabah Malaysia Emanuel Arakian Maran menangis histeris saat didatangi Dandim 1624 Flotim Letkol Inf. Dadi Rusyadi bersama Danramil 01 Larantuka Lettu Achmad Setiadji dan personil Kodim 1624 Flotim.
Sejak Dandim Rusyadi beserta camat Tanjung Bunga,Ramon Piran dan kades Latonliwo Gaspar Balik Maran serta rombongan wartawan tiba di jalan depan rumahnya, Yasinta beserta keluarga besarnya yang sudah menunggu di dalam rumah menangis histeris.
Bukan hanya Yasinta saja yang menangis, ayah Laurens Koten, Mikael Pati Koten juga terlihat mengucurkan air mata. Sambil menangis, Yasinta terus menanyakan keadaan suaminya kepada Dandim Rusyadi.
Kepada wartawan Yasinta menjelaskan, Emanuel baru merantau ke Malaysia tanggal 19 Januari 2016. Kesulitan ekonomi membuat Emanuel berkonsultasi dengan istrinya dan disepakati dirinya mencari kerja di Malaysia untuk membiayai sekolah putranya.
Anak semata wayangnya Bernadus Beda Maran yang masih duduk di kelas 1 SMPN Tanjung Bunga 2 terlihat tertunduk lesu dan sesekali mengeluarkan air mata setelah melihat sang ibu yang duduk di sampingnya menangis.
“Suami saya pergi merantau karena kami sangat miskin jadi biar dia merantau supaya cari uang untuk biayai anak kami sekolah,”ujar Yasinta sambil menangis tersedu..
Dikatakannya, dirinya mendapat informasi suaminya disandera dari Koramil karena di desa mereka tidak ada sinyal handphone dan televisi sehingga mereka tidak mengetahui informasinya.
Saat terakhir berbicara dengan suaminya lewat telepon, Emanuel menyuruh agar dirinya membuka rekening bank supaya sang suami bisa mengirimkan uang untuk biaya hidup dan sekolah anak semata wayang mereka.
“Waktu terakhir berbicara bapak sampaikan supaya kami membuka rekening tapi saat kemarin disampaikan Koramil saya sangat sedih sekali dan tidak menduga suami saya bisa ditahan teroris,”ungkanya terbata.
Sebagai isteri kata Yasinta, dirinya berharap agar presiden Jokowi tolong membebaskan suaminya serta saudaranya yang lain yang disandera agar bisa pulang ke kampung halaman. Meski tidak membawa uang, dirinya tidak mempersoalkan.
[Ebed De Rosary]
Lihat juga...