Gagal Capai Target Swasembada Pangan Mestinya Menteri Pertanian Dicopot

JUMAT, 29 JULI 2016

JAKARTA — Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo Soekartono menyayangkan saat Reshuffle Jilid II, Jokowi tidak copot Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Sebab, menurut Bambang, Amran adalah menteri yang gagal dalam mencapai target swasembada pangan.
“Mestinya dicopot, sebab Amran tak mampu mengatasi ketersediaan daging saat bulan Ramadhan sampai Lebaran,” Ujar Bambang di gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Jumat (29/7/2016).
Dikatakan, di era Amran Sulaiman, justru 11 komoditas pangan yang penting tidak terjaga mutu, jumlah dan harganya. Gula, kedelai, beras, sampai daging justru banyak diimpor.
“Ketersediaan daging langka di pasaran, sedangkan permintaan membeludak. Akibatnya, harga daging melonjak hingga Rp 150.000” ungkapnya
Bahkan, kata dia, setelah keran daging impor dibuka untuk swasta pun, harga daging tak kunjung normal.
Untuk itu, politisi Gerindra ini berharap kabinet kerja bukan kabinet uji coba. Tetapi, kabinet yang dibentuk untuk tujuan mulia bagi negara, terutama dalam hal pembangunan ekonomi.
“Belum genap dua tahun aja, reshuffle udah sampai dua kali, toh kalau sampai terjadi reshuffle ketiga kali, berarti kabinet ini benar-benar kabinet coba-coba” tandasnya
Lebih lanjut, ia menyampaikan, kalau sampai terjadi perombakan kabinet yang ketiga kalinya, itu berarti kabinet kerja Jokowi-JK bisa kehilangan kredibilitasnya.
Sambungnya, mestinya, presiden Jokowi tidak melakukan coba-coba, karena keberadaan kabinet adalah untuk kepentingan bangsa dan negara.
“Jangan sampai ke depan jadi kabinet trial and error, kabinet uji coba. Kita inginnya ini berjalan normal, karena kondisi ekonomi kita susah,” tutupnya(Adista Pattisahusiwa)
Lihat juga...