LAMPUNG — Curah hujan tinggi di sejumlah wilayah di Provinsi Lampung terutama di Kabupaten Lampung Selatan justru disambut kecewa oleh sebagian petani penanam komoditas bawang merah di Desa Sumur Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan. Selain mengakibatkan banjir akibat hujan yang terjadi sejak malam hingga subuh, sejumlah lahan tanaman bawang merah terpaksa terendam air dan sudah berlangsung selama sepekan terakhir. Meski air bisa dialirkan ke beberapa selokan dan aliran sungai kecil namun terpaan hujan terus menerus sepanjang malam berakibat tanaman bawang milik petani mengalami pembusukan.
Salah satu petani bawang di Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Made Sukintre, mengaku pada masa tanam bawang tahun ini dirinya menanam bawang merah di lahan seluas 1 hektar dengan beberapa lajur. Untuk menanam bawang di lahan seluas itu dirinya mengkalkulasi telah menghabiskan uang sebesar Rp45juta yang digunakan untuk pembibitan dan juga biaya operasional lain lain.
“Berdasarkan prediksi seharusnya saat ini menjelang memasuki musim kemarau tapi yang terjadi justru hampir hujan setiap hari, kalau tanamannya jumlahnya sedikit bisa kami buatkan peneduh namun karena jumlahnya banyak sudah tak sempat membuat peneduh dan sebagian terendam akibat luapan air melalui kanal kanal buatan,” ungkap Made Sukintre saat dikonfirmasi media Cendana News, Jumat (29/7/2016).
Ia mengungkapkan usia tanaman bawang miliknya baru berumur sebulan dan mulai terendam air. Akibatnya tanaman bawang mulai membusuk pada bagian batang dan umbi bawang ikut membusuk akibat terendam air. Atasi kerugian lebih besar ia melakukan proses pemompaan menggunakan mesin pompa untuk menguras air yang menggenang di saluran saluran air miliknya agar lahan tanaman bawang miliknya tidak terendam air lebih lama dan berharap cuaca kembali membaik.
Pada masa tanam sebelumnya, ketika cuaca lebih baik, ia dan beberapa petani bawang lain yang menanam bawang di samping menanam padi memiliki hasil panen cukup bagus. Beberapa petani bawang bahkan memperoleh keuntungan berlipat sehingga bisa membeli kendaraan untuk pengangkutan hasil bumi. Namun kala kondisi curah hujan yang tinggi dan berakibat pasokan air berlimpah dan mengakibatkan banjir, seluruh petani bawang di wilayah tersebut dipastikan merugi.
Sebagian besar petani bawang merah di Kecamatan Ketapang mulai memanfaatkan lahan untuk pertanian bawang merah sejak lima tahun terakhir. Setidaknya ada sekitar 40 hektar lahan sawah yang digunakan untuk melakukan penanaman bawang merah saat musim tanam gadu. Selain tanaman bawang merah, petani juga melakukan penanaman tanaman jenis lain diantaranya cabai merah dan tomat yang dijual di sejumlah pasar tradisional di Lampung Selatan.
Sebagian petani membudidayakan tanaman bawang setelah melakukan studi banding ke wilayah Brebes terkait tekhnik penanaman bawang. Sebagian petani mengaku memilih menanam tanaman bawang dibandingkan menanam jagung karena secara ekonomis dan perawatan lebih mudah dan memiliki nilai jual lebih tinggi. Namun akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung sebagian petani terpaksa menelan pil pahit dengan busuknya tanaman bawang yang mereka miliki. Beruntung sebagian petani meski memiliki lahan tanaman bawang merah juga memiliki lahan sawah yang ditanami padi.
Terkait dampak curah hujan tinggi yang berimbas pada rusaknya tanaman bawang merah, petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL), Sagimin, mengungkapkan kondisi cuaca pada masa tanam Juni-Oktober di sebagian wilayah Lampung Selatan rata rata kurang bagus untuk tanaman sayuran seperti cabai, tomat dan bawang merah.
“Tanaman tersebut memang sangat butuh air namun jika pasokan air berlebih justru akan merusak tanaman diantaranya busuk, bunga rontok dan pada tanaman tomat dan cabai merah banyak yang roboh meski sudah diberi penyangga,” ungkap Sagimin.
Meski demikian, pola tanam dan lokasi tanam tetap memiliki pengaruh besar dalam melakukan penanaman jenis sayuran, cabai, tomat dan bawang merah. Sagimin mengaku pemilik tanaman bawang merah pada lahan di perbukitan cenderung masih memiliki harapan dibandingkan petani yang menanam pada lahan dataran rendah. Saat hujan turun tanaman pada lahan perbukitan yang berada pada kontur miring mudah mengalirkan air. Sementara petani di wilayah Kecamatan Ketapang rata rata menanam di lahan dataran rendah bahkan dengan kondisi tanggul sungai lebih tinggi daripada lahan pertanian bawang merah.
Ia juga menghimbau agar petani menggunakan bibit bawang merah yang sudah mendapat sertifikat dari tempat penangkaran benih untuk Lampung. Sebab dengan mendapat benih yang bersertifikat maka petani mendapat jaminan diantaranya tanaman bawang memiliku masa tanam dua bulan dan baiknya ditanam saat memasuki musim kemarau. Sebab melakukan penanaman musim hujan rentan penyakit seperti trotol dan moler. Meski demikian Sagimin mengakui kondisi cuaca akhir akhir ini sukar diprediksi.(Henk Widi)