RABU, 13 JULI 2016
LARANTUKA — Camat Tanjung Bunga kabupaten Flores Timur Ramon Piran mengakui dirinya baru mengetahui, ketiga warganya disandera teroris di Filipina Selasa (12/7/2016) saat Dandim 1624 Flotim Letkol Inf. Dadi Rusyadi ,SE bersama personil dan para wartawan mendatangi kantor camat Tanjung Bunga .
![]() |
| Camat Tanjung Bunga kabupaten Flores Timur, Ramon Piran. |
“Berita tentang ketiga warga saya yang disandera baru saya dapatkan tadi pagi dari Dandim,” ujarnya.
Dikatakannya, memang dirinya sudah mengetahui berita ini dari televisi namun informasi tentang identitas ketiga sandera dan asal daerahnya masih simpang siur.Setelah mendapatkan informasi, dirinya mengerahkan aparat dan bersama Dandim dan rombongan wartawan mendatangi desa Laton Liwo.
![]() |
| Rumah Laurens Lagadoni Koten sala satu WNI korban penyanderaan teroris di desa Laton Liwo. |
“Harapan kami kepada pemerintah pusat mohon pemerintah pusat membebaskan para sandera sehingga merek bisa kembali ke kampung halaman dalam keadaan sehat walafiat,”pintanya.
Ramon memastikan akan selalu melakukan komunikasi dengan keluarga korban dan memberikan informasi terkait keadaan ketiga anggota keluarga mereka yang disandera.
“Kami akan selalu melakukan komunikasi dengan pihak keluarga karena desa Laton Liwo tidak ada jaringan komunikasi dan terisolir,” ungkapnya.
Sebagai pimpinan kecamatan,dirinya akan membangun komunikasi dengan pemerintah kabupaten agar memberikan bantuan kepada keluarga para sandera khususnya nasib anak-anak mereka yang sebentar lagi akan bersekolah.
“saya akan komunikasikan dengan pemerintah kabupaten agar bisa memberikan bantuan kepada keluarga korban penyanderaan di desanya,” pungkasnya.
(Ebed de Rosary)
