BPTP DIY Diminta Mampu Menyediakan Bibit Unggul Bawang Merah Murah Bagi Petani di Bantul

JUMAT, 29 JULI 2016

YOGYAKARTA — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Hediati Soeharto meminta agar Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) DI Yogyakarta terus meningkatkan inovasi bibit unggul, terutama bawang merah, sehingga lebih tahan terhadap serangan hama dan murah. Titiek menyampaikan hal itu usai mendengar keluhan petani bawang merah yang dikunjunginya di Dusun Sogesanden, Srigading, Sanden, Bantul, Jumat (29/7/2016).

Kecuali itu, Titiek Soeharto juga meminta agar Dinas Pertanian Bantul memprioritaskan perbaikan saluran irigasi tersier, yang selama ini juga menjadi kendala bagi para petani bawang merah di Dusun Sogesanden. Sementara kepada Camat Sanden, pun Titiek meminta agar masalah kelangkaan tenaga kerja di bidang pertanian bisa diatasi dengan melakukan berbagai upaya motivator kepada generasi muda, agar mau turun bekerja di pertanian. Salah satunya, dengan lebih menggerakkan Karang Taruna.
Kabupaten Bantul sebagai sentra pertanian bawang merah dan cabe, lanjut Titiek, sangat perlu diperhatikan perkembangannya. Pasalnya, menurut Titiek, bawang merah merupakan salah satu komoditas pertanian yang bisa menyebabkan inflasi. Jika biaya produksi pertanian bawang merah terus tinggi, katanya, maka tidak hanya menyulitkan petani. Namun juga berimbas kepada kenaikan harga dan kelangkaan. 
“Jangan sampai kita ini bawang merah saja import. Kalau di Philipina bisa berhasil di pertanian, mengapa kita yang dikenal sebagai negara agraris tidak bisa? Sangat tidak pantas kalau sampai bawang merah saja kita harus import” tandas Titiek.
Dusun Sogesanden merupakan salah satu kawasan pertanian bawang merah yang sudah menjadi kalender tahunan bagi Pasar Induk di Jakarta, Semarang dan Surakarta. Di Dusun tersebut pun, kawasan lahan bawang merah yang tergabung dalam Kelompok Tani Sri Makmur menjadi salah satu dari 54 program unggulan BPTP DIY dan Dinas Pertanian setempat. Melalui program unggulan itu, BPTP memberikan varietas bibit unggul bawang merah, dengan pola tanam tumpang gilir dengan cabe.
Koordinator Program BPTP, Dr. Ir. Sugeng Widodo, MP., menjelaskan, pola tanam unggulan komoditas bawang merah di Dusun Sogesanden dilakukan dengan mementingkan kepada program pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Pasalnya, kata Sugeng, kawasan pertanian Dusun Sogesanden merupakan daerah endemis hama dan penyakit. 
“Maka, dengan berfokus pada pengendalian OPT, produktifitas dengan sendirinya juga meningkat”, katanya.
Dengan program unggulan menggunakan bibit dan pola tanam yang direkomendasikan, lanjut Sugeng, hasil produktifitas bawang merah meningkat menjadi 13 Ton Per Hektar. Sementara ssbelum diterapkannya program unggulan yang diadakan oleh BPTP, produktifitas bawang merah di Dusun Sogesanden hanya 8-10 Ton Per Hektar. Namun diakuinya, harga bibit unggul bawang merah memang masih tinggi. 
“Bahkan dari keseluruhan biaya produksi bawang merah, 40 Persennya merupakan biaya pengadaan bibit” ujarnya.
Dalam kunjungannya ke Poktan Sri Makmur, Titiek Soeharto didampingi sejumlah pejabat kedinasan terkait dan muspika setempat, melakukan simbolis tanam bawang merah di lahan milik Poktan Sri Makmur. Titiek berharap, petani bawang merah di Bantul bisa terus meningkatkan produktifitasnya, mengingat pentingnya bawang merah sebagai bahan pokok selain padi, jagung dan kedelai. (koko)
Lihat juga...