SABTU, 9 JULI 2016
YOGYAKARTA — Bangkai pesawat helikopter jenis Bell HA-5073 milik TNI AD yang jatuh di pemukiman warga Dusun Kowang, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, sore kemarin, hari ini Sabtu (9/7/2016) mulai dievakuasi. Lokasi jatuhnya Heli yang tepat berada di halaman belakang rumah warga dan terbatasnya akses jalan menyulitkan petugas evakuasi untuk mendatangkan alat berat.
![]() |
| Bangkai heli diangkut dengan truck |
Hingga siang ini, proses evakuasi bangkai pesawat helikopter milik TNI AD yang dimulai sejak dini hari tadi masih berlangsung. Terbatasnya akses jalan dan sempitnya ruang gerak membuat petugas tak bisa mendatangkan alat berat. Karenanya, proses evakuasi dilakukan manual dengan alat pemotong besi dan las.
Bagian badan pesawat terpaksa dipotong-potong agar bisa dengan mudah diangkut dengan menggunakan Truck TNI AD. Bangkai badan pesawat hampir seluruhnya berhasil dievakuasi, namun hingga siang ini petugas tampak kesulitan saat hendak mengangkut bagian mesin pesawat.
![]() |
| Kerumunan warga ingin melihat proses evakuasi |
Proses evakuasi tersebut berlangsung tertutup. Aparat TNI AD bahkan memasang garis steril sejauh kurang lebih 100 meter dari lokasi jatuhnya pesawat. Sterilisasi lokasi kejadian dilakukan karena proses penyelidikan masih berlangsung. Kendati demikian, puluhan warga sekitar terus saja berdatangan untuk melihat bangkai pesawat yang kini sudah ditutupi kain terpal. Banyaknya warga yang ingin datang melihat, pun dimanfaatkan oleh warga setempat untuk membuka lahan parkir dengan tarif sukarela.
Sementara hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait proses evakuasi dan kelanjutan investigasi penyebab jatuhnya pesawat helikopter yang menewaskan tiga penumpang dan menyebabkan tiga orang lainnya luka berat tersebut. (koko).
