Arus Balik Membludak, Seorang Penumpang Alami Keguguran

SABTU, 9 JULI 2016

LAMPUNG — Arus pemudik angkutan balik pejalan kaki pada lebaran Idul Fitri 2016 (2016) terus menunjukan peningkatan dengan meningkatnya arus lalu lintas di sepanjang Jalan Lintas Sumatera dari beberapa wilayah kota di Lampung dan beberapa Provinsi di Sumatera. Sebagian besar pemudik arus balik didominasi pengguna kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi dengan nomor polisi luar wilayah Lampung.
Selain kendaraan pribadi dan kendaraan roda dua jumlah pemudik pengguna kendaraan umum juga mulai menunjukkan peningkatan dari terminal Rajabasa Bandarlampung menuju Pelabuhan Bakauheni. Ratusan bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang mengangkut penumpang dari terminal Rajabasa bahkan membawa penumpang rata rata melebihi kapasitas dari biasanya 45 orang menjadi 60 orang diantaranya penumpang berdiri.
“Saya berangkat dari teminal Rajabasa dalam kondisi bus penuh bahkan sebagian penumpang harus berdiri karena tidak ada tempat duduk di bus,”ungkap Samin, salah satu penumpang bus asal Lampung Tengah saat akan menuju Bandung, Sabtu (9/7/2016).
Peningkatan jumlah pemudik arus balik yang meningkat bahkan terjadi di  Bandara Radin Inten II Lampung Selatan, dimana tercatat telah memberangkatkan penumpang pesawat sebanyak 16.506 orang pada arus mudik tahun 2016. Angka tersebut dalam waktu tujuh hari sebelum hari raya idulfitri. Jumlah penumpang tersebut juga meningkat 22 persen dibanding di tahun 2015 yang memberangkatkan penumpang pesawat sebanyak 13.506 orang ke luar Lampung.
Sementara itu, Bandara Radin Inten juga telah menerima kedatangan 23.006 penumpang yang umumnya berasal dari Jakarta dan Palembang. Angka tersebut juga meningkat sebesar 33 persen dibanding tahun 2015 dengan jumlah kedatangan penumpang sebanyak 17.242 orang.
Ketua Posko Mudik Lebaran Bandara, Tri Cahyo menjelaskan, peningkatan penumpang datang dan berangkat di tahun ini cukup signifikan. Sebab, animo masyarakat untuk menggunakan moda transportasi udara yang mulai meningkat. Namun, seperti pada tahun sebelumnya jumlah penumpang yang datang lebih besar dibanding penumpang berangkat.
Kenaikan jumlah pemudik setelah lebaran juga terjadi dari pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni dan sebaliknya. Arus pemudik dalam angkutan balik terus mengalir dari sejumlah wilayah di Lampung.
Khusus pemudik pejalan kaki posko angkutan lebaran pelabuhan Bakauheni tahun 2016 tercatat selama dua hari menunjukkan peningkatan sebanyak 5.000 penumpang pejalan kaki sejak hari kedua lebaran hingga hari ketiga lebaran. Hari kedua lebaran tercatat sebanyak sebelumnya pemudik mencapai 47.068 orang menjadi 80.950 orang terdiri dari 10.028 orang pemudik pejalan kaki dan sebanyak 37.040 orang pemudik dalam kendaraan. Meningkatnya jumlah pemudik arus balik membuat jumlah trip kapal meningkat menjadi 101 trip perhari dari sebelumnya sebanyak 99 trip kapal dan jumlah kapal beroperasi sebanyak 27 kapal.
Pemudik Keguguran
Arus balik angkutan lebaran tahun 2016 juga diwarnai insiden seorang penumpang wanita mengalami pendarahan saat kapal yang ditumpanginya berangkat dari Pelabuhan Merak Banten yang akan bersandar di Pelabuhan Bakauheni.
Penumpang bernama Yanti (27) berniat akan melakukan perjalanan ke kampung halamannya di Kota Gajah Lampung Tengah bersama sang suami Jamjani (30). Saat akan mengalami proses sandar KMP Raja Rakata di dermaga enam Pelabuhan Bakauheni penumpang kapal tersebut mengalami pendarahaan dan segera ditangani oleh petugas medis di kapal.
“Petugas kapal Raja Rakata segera memberi kabar kepada kita adanya penumpang yang mengalami pendarahan sehingga kendaraan ambulance diarahkan ke dermaga enam untuk membawa penumpang pendarahan ke posko kesehatan,”ungkap Firdaus salah satu petugas posko medis.
Berdasarkan diagnosa penumpang wanita yang mengalami pendarahan  tersebut memasuki usia kandungan 16 sampai 17 minggu. Sebagai langkah untuk penanganan awal dilakukan observasi dan selanjutnya pasien wanita tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Umum Dr Bob Bazar Kalianda. Penanganan lanjutan penumpang alami pendarahan tersebut diantaranya tindakan kiret yang akan ditangani oleh dokter kandungan.
Sebagai langkah antisipasi pemudik alami gangguan kesehatan posko kesehatan dari Dinas Kesehatan Lampung Selatan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Panjang yang dilengkapi fasilitas tenaga kesehatan dan obat obatan.
[Henk Widi]
Lihat juga...