4 Negara Peserta Indonesia Open 2016 Batal Hadir karena Bom Solo

KAMIS, 21 JULI 2016
  
SOLO — Teror bom bunuh diri di Mapolresta Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu rupaya menjadi sorotan dunia Internasional. Pasalnya, sejumlah negara yang awalnya akan hadir dalam Indonesia Open ITFF Para Table Tennis 2016, yang digelar di Karanganyar, pada 21-25 Juli ini, batal hadir karena adanya aksi teror tersebut.

Hal ini diungkapan Presiden Nasional Paralympic Commite (NPC) Indonesia Senny M, usai pembukaan Indonesia Open ITFF Para Table Tennis 2016, di Gor Raden Mas Said, Kamis siang (21/7/16). Menurut Senny, sejumlah negara yang membatalkan hadir karena adanya teror bom bunuh diri tersebut diantaranya Chile, Turki, Aljazair, dan Botswana. 
“Mereka khawatir dengan adanya Bom bunuh diri Solo, akhirnya membatalkan hadir,” ucapnya kepada awak media.
Dikatakan Senny lebih lanjut, keberadaan Indonesia Open ITFF Para Table Tennis 2016 ini sangat penting. Karena ajang ini baru kali pertama di gelar oleh NPC Indonesia. Indonesia Open ITFF Para Table Tennis 2016  menelurkan atlit-atlit baru, yang dapat maju ke tingkat internasional dalam ajang berikutnya. 
“Jepang dan Korea Selatan awalnya juga tidak akan hadir, namun setelah dibujuk dan negosiasi pihak Indonesia, akhirnya mau hadir bertanding,” tambahnya.
Meski sempat menyayangkan aksi teror di Solo, Presiden NPC sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar yang memberikan tempat untuk dilaksanakan Indonesia Open ITFF Para Table Tennis 2016 yang berlangsung hingga 25 Juli mendatang. Pihaknya juga memberi apresiasai tersendiri bagi negara-negara lain yang tetap hadir meski sempat diguncang teror bom di lokasi yang tak jauh dari pelaksanaan Indonesia Open.
“Dengan yang hadir dari cukup banyak, berarti mereka cukup fair. Saya terimakasih sekali dengan Pak Bupati karena meneyediakan tempat yang bagus dan nyaman bagi peserta Indonesia Open ITFF Para Table Tennis 2016, yang pada umumnya adalah disabilitas,” pungkasnya. (Harun Alrosid)
Lihat juga...