MINGGU, 31 JULI 2016
JAYAPURA — Inilah sepuluh daerah kabupaten yang mendapatkan raport merah dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua atas keburukan atau tak mengalami peningkatan dalam pelayanan kesehatan di kabupaten tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr.Aloysius Giyai,M.Kes mengungkapkan ada kabupaten yang maksimal jalankan pelayanan kesehatan dengan baik atau mendapat lampu merah dari Dinkes Papua antara lain, Dogiyai, Deiyai, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Nduga, Puncak, Puncak Jaya, Waropen dan Mamberamo Raya.
“Kami sudah panggil mereka, kami sudah paparkan. Bupatinya kami sudah laporkan masing-masing, kepala dinasnya sudah tau, setiap kali saya turun dengan membawa nilai raport itu,” keluh mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura, Minggu (31/9).
Dalam raport Dinkes Papua terdapat 47 indikator, lanjutnya, raport merah bukan berarti semua indicator merah, ada beberapa item atau program yang merah, ada satu atau dua warna hijau, warna kuningnya sedikit, bahkan merahnya yang banyak.
“Kalau dirata-ratakan jadi merah,” jelasnya.
Menurutnya, ada kabupaten yang harus di apresiasikan mulai dari Prilaku Hidu Bersih dan Sehat (PHBS) semakin baik, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) semakin bagus, penggunaan dana Otsus semakin bagus. Daerah tersebut adalah Kabupaten Jayapura, Biak Numfor, Keerom, Mappi, Merauke, Timika, Kota Jayapura.
Daerah-daerah pedalaman yang pelayanan kesehatannya meningkat pesat, lanjutnya, berkat kerjasama yang solid anatara pemerintah daerah dengan Dinas Kesehatan serta Rumah Sakit.
“Kabupaten yang maksimal melakukan pelayanan kesehatannya Yalimo, Tolikara, Jayawijaya, Paniai, Lanny Jaya dan Mamberamo Tengah. Itu ada niat yang luar biasa untuk melakukan perubahan,” katanya.
Namun ada daerah-daerah tertenu yang masih merah, dimana pimpinan daerahnya gunakan dana kesehatan ke program lainnya.
“Tidak jelas, teman-teman UP2KP turun ke kabupaten mereka minta data kadang dipersulit, datanya tak diberikan dengan lengkap dan akurat dan penuh alas an yang tak jelas. Tapi itu tak semua kabupaten ya,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, kucuran dana Otonomi Khusus (Otsus) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua dengan total 1,4 triliun rupiah yang dibagi ke setiap masing-masing Kabupaten Kota se-Papua. (Indrayadi T Hatta)