MINGGU, 31 JULI 2016
SUMENEP — Rendahnya harga tembakau dari tahun ke tahun yang dialami petani Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, perlu adanya perhatian serius dari pihak terkait. Sehingga pemerintah daerah tidak hanya diam saja, tetapi harus ikut turun tangan dalam penentuan harga tembakau di daerah ini, supaya kedepan para petani tembakau tersebut tidak selalu mengalami kerugian.
| Juhari, Anggota Komisi II (DPRD) Kabupaten Sumenep, |
Selama kurang lebih lima tahun, harga tanaman yang dikenal petani dengan istilah ‘daun emas’ tersebut tidak lagi sesuai harapan, sehingga tanaman primadona petani ujung timur Pulau Madura ini mulai tidak menguntungkan. Namun masih banyak petani menggantungkan harapan dari tanaman tersebut, mengingat kejayaan harga tembakau di zaman terdahulu.
“Itu sebuah keharusan bagi pemerintah agar bisa ikiu turun tangan dalam penentuan harga tembakau di daerah ini, sebab jika tidak seperti itu hanya akan merugikan petani. Bisa saja kalau sepenuhnya diserahkan terhadap gudang harga tembakau dipatok rendah, makanya perlu ketrlibatan pemerintah biar petani bisa mendapatkan keuntungan,” kata Juhari, Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Minggu (31/7/2016).
Disebutkan, bahwa dengan rendahnya harga tembakau di daerah ini seharusnya menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah setempat, karena hal itu sudah berjalan begitu lama, sehingga sangat cukup penderitaan yang dialami petani. Tetapi sayangnya sampai sekarang hal sama akan kembali terjadi, kerena inisiatif pemerintah untuk bisa ikut andil dalam penentuan harga tembakau belum tampak sekali.
“Bagaimanapun mengenai harga tembakau itu harus tetap dikawal, meskipun itu hak dari perusahaan dalam penentuan harga tembakau bukan berarti dibiarkan begitu saja. Coba diajak duduk bareng seluruh elemen, seperti, petani, perusahaan dan termasuk pemerintah untuk membicarakan harga tersebut, sehingga sesuai dengan keinginan petani hingga tidak mengalami kerugian,” jelasnya.
Pihaknya selama ini memang seringkali mendesak pemerintah agar selalu mengawal harga tembakau di daerah ini, bahkan jika perlu bersama-sama dengan wakil rakyat. Agar para petani tidak selalu mengeluh dengan rendahnya harga tembakau, sebab mereka juga membutuhkan pendapatan layak dari tanaman tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Tanaman tembakau dalam beberapa tahun terakhir tidak lagi bisa menjadi penopang penghasilan yang menjanjikan, meski tembakau daerah ini memiliki kwalitas bagus rupanya belum bisa mempengaruhi terhadap tingginya harga daun emas tersebut. Padahal dulu tanaman itu menjadi primadona para petani dalam mencari penghasilan besar. (M. Fahrul)