MINGGU, 31 JULI 2016
MALANG — Demi mengembalikan lagi animo masyarakat tentang perbukuan dan literasi di Malang raya, Forum Komunikasi Taman Bacaan Masyarakat (FKTBM) Malang Raya menggelar acara bedah buku di Perpustakaan kota Malang, Minggu (31/7/2016) .

“Setiap bulannya FKTBM minimal mengadakan satu acara, dan untuk haru ini acaranya adalah bedah tiga buah buku, dimana tiga buah buku tersebut juga merupakan karya dari anggota kami sendiri,” jelas Eko Cahyono sebagai wakil FKTBM.
Ketiga buku tersebut yaitu berjudul Cinta Komaku karya Nia Kiena dan teman-teman, Episode Hujan karya Licia Priandarini serta buku berjudul Para Pembisik Kedunguan karya Irham Thoriq.
Dengan adanya acara ini, Eko berharap dapat menghidupkan kembali komunitas literasi dan perpustakaan serta dunia buka yang ada Malang raya yang selama beberapa tahun belakangan ini mengalami kemunduran. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa di tahun 2006 sampai dengan sekitar tahun 2010, di Malang raya sempat ada “gempa” literasi sehingga menjadi booming sekali, namun ternyata beberapa tahun belakangan ini banyak yang “mati suri” karena mereka tidak punya wadah, pengelola dan relawan.
“Oleh karena itu, dengan adanya FKTBM kami berharap agar sudut bacaan, perpustakaan, taman baca serta minat baca dan perbukuan di Malang raya bisa hidup dan menggeliat lagi. Karena sebenarnya banyak orang yang ingin membaca, tapi akses bacaannya itu yang sulit di dapatkan,”ungkapnya.

Sementara itu, Eko menjelaskan bahwa FKTBM sendiri adalah suatu wadah dimana anggotanya sudah ada sekitar 82 perpustakaan, sanggar, taman bacaan, sudut bacaan, pecinta buku, komunitas dan gerakan-gerakan literasi se Malang raya.
“Gerakan kami ini memang independen, tetapi mau tidak mau kita juga harus merangkul lembaga dan birokrasi yang ada, karena kita tidak mungkin bergerak sendiri. Kita memang yang punya ide dan gerakan, tapi pemerintah yang memiliki fasilitas,”terangnya.
Jadi kedepannya pihaknya tetap membutuhkan bimbingan dari banyak pihak seperti perpustakaan kota Malang, kabupaten Malang, perpustakaan kota Batu, Dinas Pendidikan dan juga Kepala Daerah. Sehingga bukan masyarakat saja yang bergerak tapi semua ikut bergerak.
Disebutkan, selain bedah buku, dalam acara ini juga ada penampilan cosplay dari galeri kreatif, pertunjukan musik dari kampung sinau dan pembacaan puisi.
[Agus Nurchaliq]