SENIN, 6 JUNI 2016
JAKARTA — Warga Kampung Akuarium Luar Batang yang tinggal di tenda-tenda pengungsian bekas tempat penggusuran di Luar Batang, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara masih tampak terlihat bersemangat dan siap menyambut datangnya bulan puasa Ramadhan 2016 sebagai salah satu ibadah wajib Rukun Islam.
Mereka telah mempersiapkan semuanya, termasuk membuat dapur umum untuk keperluan berbuka puasa dan makan sahur. Selain itu mereka juga mempersiapkan berbagai fasilitas pendukung lainnya seperti penampungan air bersih untuk keperluan minum, memasak, mandi dan untuk mencuci pakaian.
Bangunan semi permanen dapur umum darurat tersebut dibuat dengan sedemikian rupa dari bahan papan triplek dan kayu seadanya, yang penting terlindung dari debu, panas dan hujan. Dapur umum tersebut rencananya akan dilengkapi dengan beberapa kompor gas elpiji dan tempat untuk mencuci piring atau gelas sert peralatan untuk keperluan memasak lainnya.
Pantauan Cendana News, Senin sore (6/6/2016) kegiatan di dapur umum warga yang tinggal di pengungsian Kampung Luar Batang tampak terlihat masih sepi, dan belum ada tanda-tanda kesibukan persiapan masak-memasak untuk keperluan berbuka puasa di hari pertama bulan suci Ramadhan tersebut.
Hermawan, seorang warga yang tinggal di tenda pengungsian mengatakan “kemarin semua warga yang tinggal di tenda pengungsian kerja bakti membuat dapur umum dan keperluan lainnya selama bulan puasa Ranadhan 2016, dengan adanya dapur umum maka warga masyarakat yang ingin berbuka puasa kita sediakan semampunya , yang penting ada nasi, lauk, air putih, teh dan kopi”.
“Namun khabarnya saat berbuka puasa, warga kalau mau juga bisa makan dan minum yang disediakan di Masjid Luar Batang yang lokasinya tak jauh dari sini, selain itu khabarnya kita juga mendapatkan sumbangan nasi bungkus dari berbagai pihak yang selama ini peduli dan perhatian terhadap nasib kami yang menjadi korban penggusuran sepihak yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta beberapa waktu yang lalu” katakan Hermawan.
[Eko Sulestyono]