Trip Kapal Meningkat Masuki H-6 Lebaran Meski Jumlah Penumpang Normal

KAMIS, 30 JUNI 2016

LAMPUNG — Jumlah trip kapal roll on roll off (Roro) di Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Merak lintas Selat Sunda sejak beberapa hari terakhir terus mengalami peningkatan, terutama sejak hari H minus sepuluh (H-10) hingga H-6 menjelang hari raya Idul Fitri 2016/1437 Hijriyah. Peningkatan jumlah trip kapal tersebut tercatat dari 81 trip perhari menjadi 95 trip hingga pada hari keenam menjelang lebaran mencapai 101 trip kapal perhari.
Manager Operasional PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia, Ferry cabang Bakauheni, Yefry Hendri, selaku ketua posko angkutan mudik lebaran tahun 2016 membenarkan terjadinya peningkatan jumlah trip kapal harian selama arus mudik berlangsung. Peningkatan jumlah trip kapal tersebut menurutnya terjadi akibat masyarakat telah melakukan perjalanan mudik libur lebaran baik dari wilayah Pulau Jawa ke Pulau Sumatera menggunakan moda transportasi kapal laut.
“Berdasarkan rekapitulasi data harian angkutan lebaran tahun ini jumlah trip kapal meningkat namun jumlah penumpang masih belum mengalami kenaikan signifikan sebab masih banyak pekerja yang belum libur,”ungkap Yefry Hendri saat dikonfirmasi Cendana News di posko angkutan mudik pelabuhan Bakauheni, Kamis (30/6/2016).
Penumpang pengguna jasa pelayaran kapal laut belum meningkat akibat sebagian besar pegawai negeri sipil (PNS), pegawai swasta serta pekerja di sektor informal belum libur dan memasuki masa cuti bersama yang akan berlangsung pekan depan. Peningkatan jumlah trip kapal selama beberapa hari ini juga diantaranya dari jumlah kapal sebanyak 25 kapal yang dioperasikan pihak PT ASDP Indonesia Ferry menambah jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 29 unit kapal.
Penambahan kapal beroperasi bahkan dilakukan dengan menambah operasional beberapa kapal yang masih menjalani proses anchor untuk melakukan operasi dan masuk ke lintasan Selat Sunda. Prediksi pihak PT ASDP, lonjakan arus mudik lebaran baru akan terjadi sekitar empat hari sebelum lebaran (H-4) dimana sebagian besar karyawan,PNS dan pekerja swasta memasuki masa cuti bersama.
Rekapitulasi data harian posko angkutan mudik lebaran 2016 (1437 Hijriyah) yang mencatat arus mudik lebaran sejak hari kelima belas (H-15) sebelum lebaran tercatat jumlah penumpang menggunakan kapal Roro yang menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni tercatat sebanyak 145,469 orang terdiri dari 16.566 orang penumpang pejalan kaki dan 128.903 orang.
Jumlah kendaraan roda dua yang diberangkatkan dari pelabuhan Bakauheni mencapai 2.515 unit kendaraan, sementara kendaraan roda empat yang menyeberang mencapai 29.364 meliputi kendaraan penumpang dan kendaraan  barang sebanyak 13.052 unit, bus sebanyak 2.038 unit, truk dan kendaraan besar mencapai 26.849 unit.
Angkutan arus mudik melalui pelabuhan Bakauheni meski masih normal namun terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data posko angkutan mudik kecenderungan penumpang pejalan kaki melakukan perjalanan pada sore dan malam hari. Akibatnya banyak penumpang pejalan kaki yang terpaksa menginap di loby penumpang yang disediakan oleh PT ASDP Bakauheni.
Kecenderungan penumpang pejalan kaki menginap di Pelabuhan Bakauheni akibat kekuatiran penumpang pejalan kaki tidak memperoleh kendaraan hingga ke tempat tujuan terutama di beberapa wilayah di Provinsi Lampung yang tidak dilalui kendaraan umum. Pemudik baru akan melanjutkan perjalanan saat siang hari menggunakan angkutan travel dan bus meski pihak keamanan menjamin perjalanan di malam hari aman.
“Khusus untuk pemudik yang sengaja menginap di pelabuhan Bakauheni disiapkan ruang khusus dilengkapi karpet serta fasilitas kipas angin,minuman gratis serta fasilitas lain untuk memberi kenyamanan pemudik,”ungkap Yefry.
Terkait banyaknya pemudik yang memilih perjalanan malam hari kemudian menginap di pelabuhan Bakauheni  tersebut pihak kepolisian dari Polda Lampung melalui satuan lalu lintas telah menyiapkan tim untuk pengawalan pemudik dan juga jaminan keamanan di jalur mudik. Dirlantas Polda Lampung Kombespol Prahoro menegaskan selama arus mudik dan balik Polda Lampung juga menyiapkan pos pengamanan sebanyak 52 tempat dan pos pelayanan sebanyak 15 tempat. Masih ditambah dengan kantong parkir pada 94 titik di seluruh Lampung, dengan kapasitas menampung 10.235 kendaraan berbagai jenis.
“Khusus pemudik pengguna kendaraan bermotor yang melakukan mudik secara rombongan akan dikawal oleh personil polisi secara estafet,”ungkapnya.
Pengawalan pemudik dengan menggunakan kendaraan oleh personil polisi secara estafet dilakukan untuk menghindari pemudik melakukan perjalanan dengan ugal ugalan serta menghindari ketertiban dan kelancaran lalu lintas serta kemacetan di jalan.
[Henk Widi]
Lihat juga...