Tradisi Takjil Bubur Sayur Lodeh di Masjid Kauman

KAMIS, 23 JUNI 2016

YOGYAKARTA — Tak hanya bangunan fisiknya, keberadaan Masjid Kauman di Dusun Kauman, Wijirejo, Pandak, Bantul, yang kini diberi nama sabilurrosyad juga dilestarikan dengan meneruskan tradisinya, yaitu, makan bubur lauk sayur tempe atau bubur sayur lodeh. Pada Bulan Ramadhan ini, nasi bubur sayur tempe menjadi menu yang dihidangkan selama satu bulan penuh untuk berbuka puasa bersama di masjid.
Dari segi bangunannya, Masjid Kauman Sabilurrosyad memang sudah mengalami banyak perubahan. Setidaknya, pemugaran masjid telah dilakukan tiga kali. Menurut Haryadi, di zaman Belanda Masjid Kauman yang semula dari kayu diganti dengan tembok. Lalu, pada tahun 1980-an masjid diperluas dan dibuatkan jam bancet yang sekarang masih ada dan tahun 1996 serambi masjid diperluas. Namun, mustaka masjid berbentuk mahkota Raja Jawa terbuat dari tanah liat masih dipertahankan. Begitu pula dengan bedug yang terbuat dari kayu wijen.
Sementara itu, pelestarian adat tradisi dari zaman Panembahan Bodo juga dilestarikan, yaitu makan bubur sayur tempe. Haryadi mengatakan, selama Bulan Ramadhan ini takjilan di Masjid Kauman harus menu bubur sayur tempe dan tahu. Bubur itu, menurutnya, mengandung makna kebaikan. Bubur, berasal dari bahasa Arab, bibirin yang berarti bagus atau baik. Namun, bubur juga bisa dimaknai dari kata beber, babar, bubur.
“Beber artinya membabar ajaran yang dalam hal ini Islam. Babar atau rata artinya ajaran Islam harus merata. Sedangkan bubur sendiri bermakna ajur ajer atau menjadi satu yang dilambangkan dengan sayur dan nasi bubur yang menjadi satu, seperti Islam yang harus menyatu dengan jiwa dan raga pemeluknya”, jelasnya di Bantul, Kamis (23/6/2016).
Dalam pelaksanaannya, lanjut Haryadi, masyarakat bergotong-royong untuk mengadakan menu bubur sayur tempe. Ada warga yang menyumbang beras, tempe, tahu, kayu bakar dan uang. Berapa pun jumlah orang yang datang untuk mengikuti takjil, pihak panitia tak pernah kekurangan dalam menyajikan menu tersebut. Bubur sayur tempe yang merupakan menu khas masyarakat biasa di Jawa itu pun seringkali menjadi magnet bagi para penikmat takjil dari banyak daerah. Rasanya yang gurih agak pedas dan lembut, pun menjadi menu yang pas untuk berbuka puasa. 
[Koko Triarko] 
Lihat juga...