RABU, 8 JUNI 2016
SOLO — Ada yang berbeda di rumah tahanan (Rutan) Polres Karanganyar, Jawa Tengah, selama Ramadhan tahun ini. Puluhan tahanan yang beragama islam diberi siraman rohani dan diajak belajar mengaji bersama meskipun dibalik jeruji besi.

Berada di ruang memanjang tepat ruang tahanan, puluhan nara pidana Polres Karanganyar diberi bimbingan agama islam oleh Bripda Asnawi Fatkhurrohman dan Aiptu Rohmat. Tak hanya diberi ceramah, para tahanan dari berbagai kasus tindak pidana itu juga diberi alquran untuk belajar mengaji bersama-sama.
“Ini tadi bersama-sama membaca Alquran Surat Al Maidah ayat 39, yang berisi tentang ajakan bertaubat,” terang Aiptu Rohmat kepada awak media seusai kegiatan pembinaan rohani tersebut pada, Rabu siang (8/6/16).
Menurutnya, dengan diajak membaca alquran bersama-sama beserta terjemahan, para napi setidaknya dapat mengetahui jika bertaubat setelah melakukan kejahatan, dan memperbaiki diri, maka taubatnya akan diterima oleh Allah SWT. Pesan yang disampaikan kepada para tahanan tersebut adalah untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, sehingga mereka akan masuk lagi ke dalam jeruji besi.
“Selain mengajak berbuat baik selama ramadhan, dalam kegiatan ini diharapkan para tahanan menyesali perbuatan mereka dengan bertaubat dan berjanji tidak akan mengulangi dikemudian hari,” tekannya.
Pesan lain yang ingin disampaikan adalah para tahanan yang sedang menerima cobaan karena tidak bisa berkumpul dengan keluarga, untuk lebih bisa bersabar dan mengambil hikmah atas apa yang mereka lakukan. “Oleh karena itu kita ajak mereka bertaubat. Sebesar apa kesalahan kita, jika benar-benar bertaubat maka akan diampuni oleh Allah,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu napi, Bayu, mengatakan, belajar mengaji yang diajarkan dari kepolisian sangat bermanfaat. Dengan belajar mengaji bersama-sama dapat meningkatkan rasa kebersamaan sesama narapida. “Kalau untuk ceramahnya bisa nyaman dan masuk ke hati,” katanya.
Narapidana kasus pencurian itu juga mengaku sangat berterimakasih selama ramadhan dirinya juga diberi fasilitas penunjang, baik saat makan sahur maupun berbuka. “Selain diajari mengaji, kami juga disediakan untuk sahur dan buka. Kami sangat terimakasih hingga bisa menjalankan ibadah puasa meskipun di penjaran” pungkasnya. (Harun Alrosid).