Polwan Amankan Pasar Tradisional dan Pasar Swalayan

JUMAT, 24 JUNI 2016

LAMPUNG — Sebanyak 35 personel polisi wanita (Polwan) diterjunkan di sejumlah pasar tradisional dan pasar swalayan yang ada di wilayah hukum Polda Lampung. Hal tersebut dilakukan untuk mengamankan sejumlah pusat perbelanjaan dan pasar tradisional menjelang Hari Raya Idul Fitri 2016/1437 Hijriyah.
Kasubdit Dalmas Ditsabhara Polda Lampung, AKBP Achmad Deyfudi mengungkapkan, pengerahan personil polwan dalam upaya memberi kenyamanan pada masyarakat yang ada di pasar tradisional merupakan upaya pertama kali dilakukan Polda Lampung. Selain personil Polwan, selama bertugas personil polwan akan didukung oleh personil polisi laki laki bersenjata lengkap jika kondisi darurat dan memerlukan bantuan tenaga.
“Pengerahan Polwan dilakukan mengingat selama sebelum lebaran ini aktifitas di pusat perbelanjaan dan pasar tradisional meningkat dan tentunya kita cegah aksi kejahatan dan premanisme,”ungkap AKBP Achmad Deyfudi, Jumat (24/6/2016).
Pengamanan di berbagai tempat keramaian dan pusat berbelajaan melibatkan Polwan tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi tindak pidana kejahatan seperti aksi penjambretan, pencopetan, aksi gendham atau hipnotis serta aksi kejahatan lainnya. Upaya menghadapi perayaan Hari raya Idul Fitri 2016/1437 Hijriyah yang ramai karena masyarakat memiliki kencenderungan mendatangi sejumlah tempat pebelanjaan selain masa libuaran panjang sekolah.
Pengamanan di selain berbagai tempat pusat perbelanjaan dan pasar tradisional juga akan dilakukan di sejumlah kawasan pertokoan yang ditinggal oleh pemiliknya, rumah ibadah serta objek vital lainnya. Patroli keliling pasar juga akan dilakukan dengan memberikan himbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai aksi tindak kejahatan.
Sebagai upaya mengatasi aksi kejahatan, polisi juga bahkan menerjunkan Brigpol Rosali yang ahli dalam aksi hipnotis. Anggota polisi yang dibantu oleh beberapa polwan tersebut selalu memberi beberapa tips dari aksi kejahatan terutama hipnotis.
“Kesadaran dan selalu waspada dan jangan mudah percaya dengan orang yang belum dikenal dan juga tidak mudah terbujuk membuat kita terhindar dari aksi hipnotis,”ungkap Brigpol Rosali.
Selain kewaspadaan, ia juga mengingatkan agar masyarakat terutama wanita tidak mengenakan perhiasan yang terlalu mencolok dan bisa memancing aksi kejahatan. Selain itu dalam beberapa kegiatan belanja atau aktifitas di pusat perbelanjaan masyarakat dihimbau untuk tetap menjaga barang bawaan selama berbelanja untuk menghindari kehilangan.
Polisi juga berkoordinasi dengan pihak security pusat perbelanjaan dan memantau aktifitas masyarakat melalui closed circuit television (cctv) untuk memantau aktifitas yang mencurigakan sehingga penananganan bisa langsung dilakukan oleh pihak keamanan dan polisi. Keberadaan polisi terutama Polwan di pusat perbelanjaan diharapkan membuat sejumlah pelaku aksi kejahatan mengurungkan niatnya untuk bertindak mencari korban.
[Henk Widi]
Lihat juga...