Kampanyekan Gerakan Bebas Kangker Payudara, Dinkes NTB Gandeng NGO

JUMAT, 24 JUNI 2016

MATARAM —  Kampanyekan gerakan bebas kangker payudara dan septik pada perempuan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggandeng sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat atau NGO pemerhati kangker payudara.
Pelaksana tugas (Plt) Dinkes NTB, Khaerul Anwar mengatakan, gerakan tersebut dilakukan untuk membangun kesadaran bersama masyarakat perempuan tentang bahaya penyakit kangker payudara dan servik bagi kesehatan.
“Selain melakukan kampanye gerakan bebas kangker, Dinkes juga memberikan pelayanan pemeriksaan secara gratis terutama bagi ibu – ibu, supaya mau memeriksakan payudaranya,” kata Khaerul di Mataram, Jum’at (24/6/2016).
Ia mengatakan, selain menggandeng. NGO pemerhati penyakit kangker payudara, pihanya juga melibatkan PKK dari tingkat Kabupaten sampai Kecamatan termasuk kader Posyandu.
Dijelaskan, munculnya kangker payudara pada perempuan umumnya disebabkan faktor makanan mengandung zat berbahaya atau penyedap rasa pada sayuran termasuk minuman beralkohol dan polusi.
Diminta komentarnya soal temuan salah satu NGO perempuan MAMPU yang menyebutkan Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masuk zona merah kangker payudara, Dinkes mengaku tidak tahu dan tidak memiliki data pasti.
“Lombok Timur selama ini memang banyak terdapat perempuan yang terkena penyakit kangker payudara, tapi untuk data pasti kami tidak miliki, coba nanti saya tanya Kabidnya,” akunya.
[Turmuzi]
Lihat juga...