LAMPUNG—Ratusan petani di wilayah Desa Palasaji, Kecamatan Palas. Kabupaten Lampung Selatan telah memasuki masa tanam namun beberapa keluhan petani terkait saluran irigasi masih belum terselesaikan oleh instansi terkait. Menurut salah satu warga Dusun I Desa Palasaji, Saman (40) kerusakan saluran air terutama pada bagian pintu air mengakibatkan aliran air terlalu deras sehingga lahan sawah sering kebanjiran yang mengakibatkan kerusakan pada tanaman pagi.

Pintu penahan air tersebut menurut Saman merupakan bagian dari sarana irigasi yang sudah ada sejak lama namun kini sudah tak lagi memiliki beberapa penutup pintu air.
Ia menyampaikan bahwa terakhir kali ada perbaikan pintu air tersebut pada tahun 1990-an. Salah satu bagian yang diperbaiki adalah “tetek” atau alat penutup pintu air yang terbuat dari besi. Pintu air yang digerakkan dengan alat menyerupai kemudi kapal tersebut, semula hanya dibuka saat tertentu oleh petugas khusus pembagian air. Namun lama kelamaan beberapa alat tersebut hilang akibat dicuri oknum tak bertanggungjawab.
“Besi yang digunakan sebagai penutup saluran irigasi awalnya lengkap tapi perlahan lahan akibat ulah tangan tak bertanggungjawab akhirnya hilang, besar kemungkinan dijual karena besi tersebut cukup berat,” ungkapnya.
Petani lain, Abdullah (45) yang juga bergantung pada air irigasi Sungai Way Pisang menuturkan selain saluran penutup irigasi yang sudah rusak dan bahkan hilang, kondisi semen serta saluran pembagian air pun dipenuhi sampah rumah tangga yang terkumpul dari sampah-sampah warga sekitar.

“Kalau musim hujan datang sawah kami terpaksa dipenuhi sampah plastik serta sampah rumah tangga yang diakibatkan warga membuang sampah sembarangan di saluran irigasi,” ungkap Abdullah.
Selain faktor usia, beberapa saluran irigasi pecah pada bagian pondasi akibat musim kemarau berkepanjangan yang masih melanda sebagian wilayah Lampung. Saluran irigasi yang dibangun dengan dana cukup besar tersebut kini terbengkalai dan tak berfungsi dengan baik.
Program Serapan Gabah
Berbagai usulan untuk perbaikan saluran irigasi diantaranya perbaikan pintu air, peninggian tanggul ke pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten setempat belum juga tereralisasi. (Henk Widi)