Peredaran Narkoba di Aceh Melibatkan Pihak Asing

JUMAT, 3 JUNI 2016

ACEH — Provinsi Aceh menjadi salah satu daerah dengan maraknya peredaran narkoba. Luas wilayah yang didominasi wilayah perairan, menjadikan Aceh sebagai salah satu jalan masuknya barang haram tersebut, terutama melalui jalur laut.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kolonel Nasruddin, mengatakan, selama ini pihaknya kerap kewalahan menjaga wilayah perairan. Keterlibatan pihak asing melatar belakangi peredaran narkoba yang dibawa masuk lewat jalur laut.
“Peredaran narkoba di Indonesia khusunya wilayah Aceh, tidak serta merta terjadi dengan sendirinya. Namun, ada peran keterlibatan pihak asing didalam bisnis haram tersebut,” ujar Komandan Nasruddin, kepada Cendana News, Jumat (3/6/2016).
Ia menjelaskan, kecurigaan tersebut berdasarkan sejumlah tangkapan yang kerap dilakukan oleh pihak TNI AL di wilayah perairan Aceh. Katanya, barang-barang hasil tangkapan tersebut tidak satupun didatangkan dari wilayah Indonesia lain, namun justru dari luar negeri.
Namun, Nasruddin melanjutkan, pihaknya selaku TNI yang bertanggung jawab menjaga kedaulatan negara terutama di wilayah perairan, tidak akan membiarkan hal tersebut. “Seluruh barang bukti yang kita tangkap, masuknya dari luar Indonesia. Seperti ada jaringan yang kuat serta unsur kesengajaan dan pembiaran, tapi ini tidak akan kita biarkan,” katanya.
Salah satu langkah mengantisipasi maraknya peredaran nakoba, tambahnya, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh. Katanya, selain di laut, pihaknya akan terus berupaya memberantas narkoba di daratan.
Terutama kata Nasruddin, adalah lembaga TNI AL sendiri, terutama para prajurit dan keluarganya. Pihaknya juga akan gencar melakukan sosialisasi Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).(Zulfikar Husein)
Lihat juga...