RABU, 15 JUNI 2016
MATARAM — Ambruknya jembatan penghubung antara Kelurahan Sekarteja dengan Kelurahan Pancor, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memakan lima korban jiwa disesalkan Pemerintah Provinsi NTB.

“Atas Peristiwa tersebut, Pemprov NTB tentu sangat menyesalkan dan seharusnya tidak perlu terjadi, mankala pembangunan jembatan dilakukan sesuai perencanaan” kata Juru bicara Pemprov NTB, Yusron Hadi di Mataram, Rabu (15/6/2016).
Ia mengatakan, meski demikian, saat pihaknya tidak berspekulasi macam- macam terkait ambruknya. Jembatan tersebut dan lebih fokus pada proses evakuasi korban yang terkena reruntuhan jembatan.
Proses evakuasi yang melibatkan tim Basarnas, aparat Kepolisian, TNI dibantu wargaa setempat masih terus melakukan evakuasi, mencari kemungkinan masih ada pekerja yang tertimbun reruntuhan matrial jembatan yang masih dalam proses pengerjaan.
“Petugas dari tim basarnas bersama aparat TNI, Polri sudah diterjunkan sejak Selasa 14 Juni sore kemarin, termasuk pendropan bahan sembako, makanan dan beberapa kebutuhan lain” tutupnya.
Sekedar informasi, sebelumnya pada Selasa 14 Juni 2016 sore, jembatan penghubung antara kelurahan Sekarteja dengan Kelurahan Pancor sepanjang 15 meter, Kabupaten Lombok Timur ambruk saat dalam proses pengecoran. Akibat lima pekerja yang sedang mengerjakan pembangunan jembatan ikut tertimbun dan tewas di tempat.
Berdasarkan informasi dari Basarnas NTB, jumlah korban meninggal dunia akibat tertimbun matrial jembatan sebnyak lima orang, proses evakuasi dan pencarian korban lain sampai sekarang masih terus dilakukan tim Basarnas bersama aparat TNI, Kepolisian dibantu masyarakat setempat.(Turmuzi)