RABU, 27 JUNI 2016
MATARAM — Pemberian santunan terhadap ratusan petugas kebersihan Kota Mataram diduga diwarnai pungutan liar (Pungli) oleh oknum petugas Dinas Kebersihan Kota Mataram dengan dalih untuk uang pengganti biaya matrai.

Dugaan Pungli tersebut berlangsung sesaat setelah petugas kebersihan menerima santunan uang 500 ribu dan beras 10 kilo dari Pemprov NTB di gedung Sangkareang kantor Gubernur NTB.
“Semua teman – temas petugas kebersihan yang menerima santunan dipotong 25 ribu oleh pegawai Dinas Kebersihan Kota Mataram, katanya sebagai uang pengganti matrai” kata Mulianah di Mataram, Rabu (29/6/2016).
Padli petugas kebersihan lain asal Monjok Kota Mataram mengaku, pungutan sebesar 25 ribu tersebut sudah sejak dulu dilakukan Pemkot Mataram dengan dalih uang pengganti biaya Matrai.
.
Sementara itu, Rukiah petugas Dinas Kebersihan Kota Mataram menjelaskan, kalau kebijkan tersebut sudah berlangsung sejak lama dan hal tersebut sudah disepakati dengan semua petugas kebersihan.
“Tidak benar itu ada pungutan liar, uang sebesar yang dipotong dari setiap petugas kebersihan Kota Mataram sebesar 25 ribu tersebut sebagai uang pengganti biaya matrai dan itu atas permintaan dari pihak Pemprov NTB” terangnya(Turmuzi).