Peringati Jogja Kembali, Mapala UPN Yogyakarta Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa di Monjali

RABU, 29 JUNI 2016

YOGYAKARTA — Dua pendaki anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta, memanjat bangunan kerucut Monumen Jogja Kembali (monjali) setinggi 31,8 Meter dan memasang bendera merah putih berukuran raksasa di tubuh monumen, Rabu (29/6/2016). Aksi pengibaran bendera raksasa dilakukan guna memperingati peristiwa Jogja Kembali pada 29 Juni 1949, silam, dari tangan kolonial Belanda.

Bangsa ini kembali memperingati peristiwa penting bagi sejarah Republik Indonesia, yaitu kembalinya Republik Indonesia ke pangkuan Ibu Pertiwi. Seperti diketahui, peristiwa Jogja Kembali pada 29 Juni 1949, merupakan buah perjuangan seluruh rakyat Indonesia, yang sebelumnya telah berhasil melancarkan Serangan Umum (SO) 1 Maret 1949. Serangan umum bersama rakyat dan TNI khususnya Brigade X Daerah Wehrkreise III yang dikomandani oleh Letnan Kolonel Soeharto tersebut, berhasil membuka mata dunia, bahwa NKRI masih berdaulat.

Tak pelak, akibat SO 1 Maret 1949 itu Belanda akhirnya angkat kaki, dan pada 29 Juni 1949 seluruh pasukan Belanda ditarik mundur dari Yogyakarta. “Peristiwa bersejarah itulah yang kita peringati dengan upacara bendera dan pengibaran bendera raksasa berukuran 26 x 15 Meter pada siang ini”, jelas Yaini Mansyur, Koordinator Pengibaran Bendera Raksasa di Monumen Jogja Kembali, Rabu (29/6/2016).

Lebih jauh, Mansyur mengatakan, dengan upacara bendera yang diikuti puluhan anggota Mapala dan sejumlah pengurus museum merupakan upaya membangkitkan kembali jiwa patriotisme di kalangan generasi muda. Khususnya bagi mahasiswa UPN yang merupakan kampus kebangsaan yang diharapkan mampu mewarisi nilai-nilai luhur perjuangan para pahlawan dan melestarikannya.
Sementara itu, lanjut Mansyur, sebagai anggota Mapala yang memiliki kemampuan panjat gunung, kegiatan pengibaran bendera raksasa di tubuh monumen dipilih sebagai salah satu kegiatan yang diharapkan mampu menjadi daya tarik. Selain mengibarkan bendera raksasa dan menggelar upacara bendera, rangkaian peringatan Jogja Kembali, menurut Mansyur, sudah dilakukan sejak 8 Juni 2016 dengan membersihkan kawasan dinding puncak Monjali.
Pembersihan kawasan puncak Monjali, katanya, ditargetkan berakhir hari ini. Mansyur mengatakan, pembersihan tak bisa dilakukan cepat, karena pendaki harus mempertimbangkan situasi alam. “Angin yang besar dan cuaca hujan ekstrim disertai petir menjadi kendala yang harus kami hindari”, ujar Mansyuri, sembari mengimbuhkan, pengibaran bendera raksasa di Monjali tersebut baru kali ini dilakukan. (koko)
Lihat juga...