Pedagang di Sumenep Enggan Ikuti Himbauan Pemerintah Terkait Harga Daging Sapi

RABU, 8 JUNI 2016

SUMENEP — Adanya himbauan tentang patokan harga daging dari pemerintah pusat rupanya tidak begitu saja diikuti oleh para pedagang yang ada di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Pasalnya jika mereka menurunkan harga daging sapi sesuai dengan himbauan tersebut akan mengalami kerugian, sebab untuk pembelian sapi mereka mengeluarkan modal sendiri tanpa ada subsidi dari pemerintah.
Para pedagang daging sapi ketika mengikuti himbauan pemerintah mengenai patokan harga yang ditargetkan dibawah Rp. 80.000 per Kilogram, maka mereka tidak akan mendapatkan keuntungan sama sekali. Karena harga sapi dipasaran cukup tinggi, sehingga mereka mematok harga daging menyesuaikan dengan harga sapi tersebut.
“Saya beli sapi bukan ke pemerintah, tetapi belinya di pasar, maka ketika harga sapi dipasaran mahal secara otomatis juga ikut mahal. Ya kami tidak mengikuti himbauan pemerintah, sebab jika ikut harga itu pedagang akan merugi,” kata Nurhasanah (37) salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Anom Baru, Kabupaten Sumenep, Rabu 98/6/2016).
Disebutkan, seandainya pemerintah ikut serta dalam menyuplai sapi yang akan dijual oleh para pedagang kemungkinan besar mereka akan mengikuti himbauan tersebut. Namun karena pedagang yang ada di ujung timur Pulau Madura ini pada umumnya membeli sapi sendiri sehingga cara penentuan harga daging yang dijualnya juga menyesuaikan dengan keberadaan harga sapi.
“Ya kalau pasokan sapi ke pedagang memang harganya murah yang pasti pedagang menjualnya dengan harga murah. Tetapi ketika harga sapi mahal, maka sangat tidak mungkin pedadang menjual daging dengan harga murah, meskipun itu sudah ada himbauan pemerintah, karena kami yang akan mengalami kerugian. Jadi itu justru bukan membantu pedagang, tetapi membuat rugi,” jelasnya.
Sampai sekarang harga daging sapi di daerah ini masih tetap bertahan dikisaran harga Rp. 120.000 per Kilogram, itupun kemungkinan besar kedepan akan terus mengalami kenaikan harga. Sebab permintaan terhadap daging sapi di saat bulan Ramadhan meningkat cukup drastis dan itu biasanya terjadi hingga lebaran. 
[M. Fahrul]
Lihat juga...