SABTU, 4 JUNI 2016
SUMENEP — Memasuki bulan suci Ramadhan lonjakan penumpang kapal jurusan wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengalami peningkatan yang cukup drastis. Pasalnya saat memasuki bulan Puasa kebanyakan masyarakat pulau yang ada di luar daerah mulai pulang ke kampung halamannya guna melaksanakan ibadah Puasa bersama keluarganya.
![]() |
| Suasana penumpang kapal yang sedang berada di Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep |
Lonjakan penumpang memang biasa terjadi ketika hampir tiba bulan Ramadhan, sebab itu sudah menjadi tradisi warga kepulauan yang merantau pulang ke kampung halamannya, sehingga penumpang kapal jurusan menuju kepulauan seringkali membludak. Karena menuju daerah pulau memang harus ditempuh melalui jalur laut dengan transportasi kapal.
“Kalau menjelang bulan Puasa memang penumpang membludak, itupun lebih banyak dibanding dengan hari-hari biasanya, bahkan mereka setiap keberangkatan jadwal kapal sudah mulai menunggu sejak pagi di atas kapal. Karena mereka khawatir tidak kebagian tiket, akibatnya tidak bisa pulang kampung,” kata Supeno (40) salah seorang penumpang kapal asal Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Sabtu (4/6/2016).
Disebutkan, bahwa dengan meningkatnya penumpang terkadang para mereka terelebih dahulu naik keatas kapal untuk mengambil tempat sebelum penjualan tiket dibuka, sebab ia khawatir tidak kebagian tiket, sehingga memilih menunggu lama di atas kapal. Karena jika tidak seperti itu ia tidak akan mendapatkan tempat diatas kapal.
“Sebenarnya memang kurang nyaman ketika berdesakan, tetapi ini kan tidak ada pilihan lagi, makanya ini sangat terpaksa daripada tidak kebagian dan harus menunggu jadwal kapal berikutnya. Karena jadwal kapal ini tidak setiap hari, kemungkinan besar jika yang berikutnya kami tidak bisa melaksanakan awal Puasa di kampung,” jelasnya.
Meskipun para penumpang sudah memiliki tiket masih saja banyak yang tidak mendapatkan tempat yang layak di atas kapal, akibatnya mereka harus menempati atau tidur di lorong-lorong kapal dengan alas seadanya yang mereka bawa. Padahal semestinya dengan memiliki tiket tersebut para penumpang bisa mendapatkan fasilitas yang layak.
Menurut Bambang Supriyo, Manager Operasional Kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) 1 mengaku, bahwa lonjakan penumpang memang sudah terjadi sejak trip minggu lalu, sehingga untuk mengantisipasi lonjakan penumpang ia membatasi muatan sembako serta memberangkatkan kapal lebih awal dari jadwal biasanya. Supaya lonjakan penumpang tidak sampai melebihi batasan muatan kapal.
“Jadi trip kemarin kita sudah berangkatkan lebih awal karena penumpang sudah memenuhi kapasitas, agar untuk jadwal kapal berikutnya tidak terjadi lonjakan penumpang. Kalau lonjakan penumpang sudah seratus persen dari hari biasanya,” terangnya.
Sementara perjalanan menuju kepulauan Kangean membutuhkan sekitar 9 jam, itu pun ketika kondisi cuaca sedang memungkinkan, tetapi ketika kondisi angin dan ombak besar, perjalanan tersebut membutuhkan waktu antara 10 – 11 jam. (M. Fahrul)