KAMIS, 23 JUNI 2016
SUMENEP — Dalam rangka upaya pengembangan lapangan MDA-MBH Madura Strait, perusahaan yang bergerak dibidang Minyak dan Gas (Migas) Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) telah menyiapkan dua anjungan untuk mengincar bor tujuh sumur di wilayah Pulau Madura, Jawa Timur. Dimana anjungan tersebut akan dibangun di lepas pantai untuk menunjang kegiatan eksploitasi gas di sekitar Pulau Sapudi dan Pulau Raas, Kabupaten Sumenep.

Dalam pengembangan lapangan MDA-MBH yang terletak di lepas pantai Selat Madura, di sebelah timur sekitar 200 Kilometer di sebelah timur Surabaya dan sekitar 75 km di sebelah tenggara Pulau Madura, perusahaan yang bergerak dibidang Minyak dan Gas (Migas) Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) juga akan melengkapi dengan jalur pipa gas dan floating production unit (FPU).
“Untuk pengembangan lapangan MDA-MBH diawali dengan pekerjaan konstruksi untuk pembangunan dua wellhead platforms. Sedangkan dua anjungan lepas pantai ini akan ditempatkan dengan kedalaman laut kurang lebih 80m di lapangan MBH, dan untuk lapangan MDA kurang lebih 100m,” kata Head of Relations HCML, Hamim Tohari pada wartawan dalam acara silaturahmi di Sumenep, Rabu (22/6/2016) malam.
Disebutkan, bahwa pengerjaan proyek tersebut masih membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 26 bulan untuk secara keseluruhan, mulai dari detail engineering, pemasangan di lepas pantai, pemboran lepas pantai, dan kommisioning di lepas pantai. Sehingga proyek pengembangan papangan gas MDA-MBH itu merupakan lapangan kedua dari perusahaan HCML yang sudah disetujui Plan of Development (PoD)-nya oleh SKK Migas setelah Lapangan BD.
“Jadi sumur yang akan dikembangkan ada tujuh sumur produksi di Lapangan MDA-MBH. Maka kami kita merencanakan akan memproduksi gas dari Lapangan MDA-MBH, maka laju produksi sekitar 120 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) selama kurang lebih 10 tahun,” paparnya.
[M. Fahrul]