LAMPUNG — Petugas gabungan dari unsur pemerintahan desa Bakauheni, Polsek Penengahan, Koramil 03/Penengahan, Satpol PP Kabupaten Lampung Selatan dan Dinas Perhubungan Lampung Selatan melakukan penertiban di pasar tumpah Bakauheni Lampung Selatan. Penertiban dilakukan di sepanjang pasar dadakan 500 meter yang sering menyebabkan kemacetan di pertigaan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dan Jalan Lintas Timur(Jalinsum).
Penertiban dilakukan oleh petugas akibat jalan tersebut akan dilalui menjadi jalur mudik dan jalur balik lebaran yang selama ini pedagang di sepanjang jalan tersebut berakibat penyempitan jalan kendaraan parkir sembarangan.
Berdasarkan pendataan sekitar 40 lebih pedagang yang ada di pasar Menara Siger hingga SPBU Bakauheni menjadi biang macet terutama saat jam jam sibuk aktifitas pasar berlangsung. Selain berada di lokasi strategis pertemuan Jalinsum dan Jalintim lokasi yang berada di dekat kawasan wisata Menara Siger ditengarai menjadi biang kemacetan.
Kepala Desa Bakauheni Sahroni, didampingi Komandan Kompi Satpol PP Kabupaten Lampung Selatan, Hendri, penertiban dilakukan dengan memberikan himbauan secara lisan dan selanjutnya jika pedagang belum pindah maka akan diberikan surat peringatan.
“Sementara tahap pertama kita lakukan upaya penertiban dengan cara lisan setelah itu kita beri surat peringatan tapi jika tidak diindahkan maka akan dilakukan tindakan paksa berupa pembongkaran,”ungkap Kepala Desa Bakauheni, Sahroni saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (22/6/2016).
Penertiban oleh tim gabungan tersebut menurut Sahroni dilakukan akibat pedagang di wilayah Menara Siger tersebut merupakan pedagang musiman serta pedagang yang membangun tenda tenda di bahu jalan. Akibatnya sepanjang jalan tersebut menjadi lahan parkir dadakan yang mengakibatkan kemacetan dan rawan kecelakaan lalu lintas.
Pasar Menara Siger tersebut selama ini menurut Sahroni bukan merupakan pasar milik kabupaten melainkan milik swasta sementara pasar yang sudah dibangun oleh pemerintah kabupaten Lampung Selatan tidak digunakan lebih dari 10 tahun.
Dadang Sudrajat Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (KUPT) Pasar Bakauheni mengungkapkan sebetulnya masyarakat Bakauheni telah disediakan pasar khusus pedagang berkapasitas 160 kios namun saat ini hanya dipakai sekitar 40 kios.
“Lokasi yang strategis di pertigaan Bakauheni ini membuat pedagang memilih berjualan di lokasi ini meski menjadi biang kerok kemacetan tapi jika diarahkan ke pasar yang dibangun pemerintah juga tidak ada yang bersedia pindah,”ungkapnya.
Setelah puluhan petugas gabungan melakukan penertiban di sepanjang Jalan Lintas Sumatera dilakukan tim gabungan juga melakukan penertiban di area kawasan dalam Menara Siger. Penertiban pedagang di dalam menara siger dilakukan terutama karena pedagang tersebut menempati zona zona yang dilarang untuk berjualan.
Selain penertiban pasar dadakan tersebut penertiban juga akan dilakukan di sepanjang jalur masuk ke pelabuhan Bakauheni yang selalu menjadi lokasi pasar dadakan dengan banyaknya pedagang souvenir, pedagang oleh-oleh yang mengakibatkan kemacetan.
Pantauan Cendana News, pedagang yang ditertibkan diantaranya pedagang pakaian, pedagang buah buahan, pedagang makanan dan minuman yang membangun bangunan sementara dari tenda terpal dan memakan bahu jalan. Sementara saat sore penjual makanan berbuka puasa berjumlah ratusan memenuhi sepanjang jalan tersebut selama bulan suci Ramadhan.