RABU, 1 JUNI 2016
MAUMERE – Evaluasi kegiatan Tour de Flores (TdF) secara menyeluruh patut dilakukan karena dana kegiatan menggunakan anggaran mendahului perubahan dari APBD baik APBD I maupun APBD II.
![]() |
| Afridus Aeng,anggota Banggar DPRD Sikka |
Kegiatan sudah selesai,peserta TdF pun sudah kembali ke negaranya masing-masing.Mengawali sebuah kegiatan dengan diskusi pasti diakhiri dengan diskusi dalam artian pemerintah dan DPRD Sikka akan melakukan evaluasi menyeluruh atas kegiatan ini.
Demikian disampaikan Alfridus Aeng anggota Banggar DPRD Sikka saat ditemui Cendana News,Rabu (1/6/2016).Dikatakan Afridus,banyak juga kita dengar TdF akan dilaksanakan lagi tahun 2017 untuk itu harus ada evaluasi terlebih dahulu.
“Kita akan mengkaji apa dampak TdF bagi kabupaten Sikka.Kita harapkan akan ada peningkatan PAD di sektor pariwisata dengan kegiatan TdF ini bukan sebaliknya,” ujarnya.
Tour de Flores (TdF) sebut ketua fraksi PKPI ini,merupakan program kemenentrian sehingga sebagai daerah tujuan TdF patut mendukungnya.
![]() |
| Poster Tour de Flores yang terpampang di baliho di jalur lintasan. |
Apalagi lanjutnya,tindak lanjut atau hasil yang diharapkan dari TdF adalah mempromosikan obyek-obyek wisata yang ada di daerah.Khusus kita di kabupaten Sikka sambung Afridus,hal ini sangat bagus.
RPJMD dari kabupaten Sikka adalah menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan.Jadi ini yang kita apresiasi yangg diikuti dengan mengucurkan dana sebesar 1,5 miliar rupiah.
Apalagi beber Afridus,awalnya dikatakan jumlah peserta TdF sebanyak 200 dan ditambah dengan peserta yang lain sehingga totalnya 503 orang,Namun pada akhirnya seperti yang kita lihat angka itu tidak sesuai seperti yang disebutkan.
Apakah evaluasi mempengaruhi anggaran yang dikucurkan Pemda di tahun 2017? Afridus katakana,kita ini kan daerah yang APBD nya 1,1 triliun rupiah dan dengan dana ini masih banyak sektor yang harus kita biayai agar ada perubahan
“Even TdF, Pemkab Sikka kucurkan dana besar tapi bisa dilihat sendiri banyak anggaran yang dipergunakan tidak sesuai peruntukannya<’ terangnya.
Ini hal-hal yang menurut Afridus perlu dipikirkan sehingga berdampak nyata ke masyarakat.Jadi sarannya, kita jangan sekedar eforia saja sebab kita kan belum tahu perkembangan ke depannya seperti apa.
Dipaparkan Afridus, pemecahan rekor MURI tenun ikat,apa dampaknya setelah itu? tidak ada.Padahal sesalnya dana yang dikucurkan tergolong besar. Ini yang perlu dievaluasi secara cermat.
“Kami sudah komunikasikan di DPRD Sikka dan Jumat (3/6/2016) akan ada rapat di badan musyawarah untuk diagendakan rapat evaluasi terhadap kegiatan TdF,” pungkasnya.(Ebed de Rosary)
