SABTU, 11 JUNI 2016
SOLO — Sudah menjadi tradisi setiap bulan Ramadhan menjadi kesibukan tersendiri bagi abdi dalem di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah. Hampir sebulan penuh ini, belasan abdi dalem tengah sibuk melakukukan Jamasan Gongso atau Gamelan Mangkunegaran.
“Banyak yang Dijamasi, ada sekitar delapan set gamelan yang Dijamasi sejak awal puasa sampai nanti menjelang akhir ramadhan,” ujar Hali Jarwo Sularso, salah satu abdi dalem kepada Cendana News, Sabtu siang (11/6/16), ditengah kesibukannya. Jamasan gongso atau gamelan, lanjut Hali, merupakan perawatan alat musik tradisional yang berbahan dasar tembaga. Dalam jamasan gamelan ini abdi dalem menggunakan bahan-bahan khusus untuk membersihkan kerak pada gamelan. Seperti lanson (watu hijau), amplas, bensin, dan kalsit. Jamasan gamelan Mangkunegaran ini juga telah dilakukan dari tahun ke tahun.“Jamasan ini sudah dilakukan secara turun temurun dari penerus sebelumnya,” kata Hali.
Menurutnya, jamasan Gamelan sendiri sebagai bentuk perawatan untuk menjaga keawetan gongso yg berbahan dasar tembaga. Proses pembersihan juga ada mempunyai urutan tersendiri. Sedangkan delapan set gamelan yang dijamasi diantaranya Kiai Kanyut Mesem, Kiai Lipur Sari, Kiai Nogo Limo, Kiai Precet, Kiai Udan Arum Udan Asih, Kiai Madu Swara, Kiai Balen, Munggang, Kodok Ngorek, dan terakhir gongso Tombo Neng.
“Yang baru dijamasi ini Kiai Lipur Sari. Jamasan dimulai dari 1 Ramadan dan selesai sebelum akhir ramadhan,” terangnya.
Ditambahkan Hali, masing-masing gamelan memiliki fungsi sendiri. Seperti gamelan Kiai Lipur Sari untuk mengiringi pertunjukan tari setiap Rabu. Kiai Coro Balen, Munggang, Kodok Ngorek digunakan tiap Sabtu pagi menyambut tamu. “Namun jika selama Ramadhan semua aktivitas gamelan ini libur total, karena dibersihkan. Latihan tari juga libur,” pungkasnya. (Harun Alrosid).