SELASA, 24 MEI 2016
MALANG — Setelah kemarin resmi di buka secara langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, mulai hari ini hingga beberapa hari kedepan, Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS SMK) mulai dilaksanakan. Uniknya, dalam pelaksanaan lomba tersebut masyarakat umum bisa turut menyaksikan langsung bagaimana siswa-siswi SMK ini bersaing di bidangnya masing-masing.

Total terdapat 52 bidang lomba dan 2 bidang eksebisi yang di perlombakan dalam LKS SMK kali ini. Bidang lomba tersebut diantaranya mobile robotic, cadd building, leather craft, chemestry, ceramics, cooking dan berbagai bidang lomba lainnya.
Selain dapat menyaksikan perlombaan secara langsung, masyarakat juga bisa mendatangi puluhan stan pameran yang di isi oleh 34 Provinsi dan dari kabupaten/kota di Wilayah Jawa Timur yang diikuti oleh 120 peserta. Dalam pameran yang di gelar di lapangan parkir Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang tersebut, di tampilkan berbagai produk hasil kerajinan, pakaian, beragam kain batik hingga olahan makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya itu, hasil kreasi maupun inovasi dari para siswa siswi SMK turut di tampilkan dalam pameran tersebut.
Disini, masyarakat yang datang tidak hanya dapat mebeli produk-produk yang ada di pameran tetapi juga mendapatkan pengetahuan baru tentang ke khasan dari masing-masing daerah di Indonesia.
Dari pantauan Cendana News, masyarakat terutama warga malang nampak sangat antusias mengunjungi pameran dan menyaksikan jalannya lomba LKS. Masyarakat umum, mahasiswa dan siswa sekolah turut hadir mengunjungi acara ini.
Hanif salah satu mahasiswa mengaku tertarik mengunjungi pameran dan lomba LKS karena banyak hal baru yang di dapat dari acara tersebut.
“Dulu mungkin saya hanya tau kain atau makanan khas dari beberapa daerah di Jawa saja, tetapi setelah datang ke tempat ini saya bisa melihat langsung kain maupun makanan khas dari berbagai daerah di luar Jawa,”ujarnya.

Uniknya lagi, stan-stan di sini dihias sesuai dengan daerahnya masing-masing, bahkan ada yang menggunakan pakaian adat.
[Agus Nurchaliq]