KAMIS, 12 MEI 2016
JAKARTA — Ancaman Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akan mencabut hak tempat tinggal di Rumah Susun (Rusun) bagi warga Kampung Akuarium Pasar Ikan Luar Batang yang masih nekat dan bersikukuh tetap memilih bertahan hidup di tenda-tenda pengungsian yang didirikan di sekitar bekas lokasi penggusuran ternyata tidak digubris oleh warga setempat. Masyarakat tetap pada pendiriannya ingin bertahan dan hidup di tenda-tenda dan di atas perahu yang mereka sulap menjadi tempat tinggal sementara tersebut.
Meskipun kenyataannya mereka hidup dengan segala keterbatasan, namun mereka rupanya tetap nekat memilih tinggal di sekitar Pasar Ikan Luar Batang. Mereka tampaknya sudah mulai menyesuaikan diri hidup tanpa adanya aliran air bersih dari PDAM Jakarta Raya dan tanpa adanya aliran listrik resmi dari PLN setempat. Namun warga tampaknya tidak kurang akal, mereka tetap bisa mendapatkan bantuan aliran listrik dari beberapa rumah warga yang lokasinya berdekatan. Sedangkan untuk pasokan air bersih, mereka mengandalkan pasokan kiriman dari truk tangki air sebanyak 7.000 liter per hari untuk keperluan mandi dan air minum sehari-hari.
Pantauan Cendana News sore ini di sekitar tempat tenda pengungsian warga Akuarium Pasar Ikan Luar Batang, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara tampak terlihat beberapa warga setempat masih tampak sibuk membuat dapur umum untuk tempat memasak bahan makanan untuk keperluan konsumsi sehari-hari khususnya bagi warga yang tinggal di tenda-tenda pengungsian. Dapur umum yang terbuat dari bahan kayu triplek tersebut tampak sudah terlihat hampir selesai dan siap untuk digunakan.
Sementara itu, berbagai macam bantuan dari berbagai pihak, antara lain dari Partai Politik dan Lembaga LSM serta dari kelompok masyarakat lainnya masih terus berdatangan. Selain bantuan beras, air mineral, air bersih dan mie instan, selain itu anak-anak sekolah juga mendapatkan bantuan seragam dan beberapa peralatan perlengkapan sekolah. Mereka juga mendapatkan bantuan pakaian, handuk dan selimut dari beberapa kelompok organisasi kemasyarakatan, sedangkan untuk bantuan tenda, warga setempat membenarkan bahwa tenda tersebut memang merupakan pemberian dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Upik, seorang juru bicara warga Luar Batang mengatakan “salah satu alasan mengapa kami memilih tetap bersikukuh tinggal disini karena lokasi Rumah Susun yang terletak di kawasan Rawa Bebek dan Marunda sangat jauh dari lokasi sekolah, selain itu kebanyakan mata pencaharian kami adalah sebagai nelayan yang setiap harinya mencari ikan di sekitar Teluk Jakarta, sedangkan jarak antara Luar Batang dengan Rusun Marunda maupun Rusun Rawa Bebek sekitar 5 kilometer jauhnya, jelas kami tidak sanggup untuk mengeluarkan ongkos transportasi pulang pergi setiap harinya” terangnya kepada wartawan di tenda pengungsian Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (12/5/2016).
[Eko Sulestyono]