KAMIS, 12 MEI 2016
SOLO—Sejumlah mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, Jawa Tengah, memberikan pelatihan melukis bagi anak-anak berkebutuhan khusus, di Sekolah Luar Biasa (SLB) Panca Bhakti, Solo, pada Kamis (12/5/16). Kreativitas mahasiswa ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan motorik halus penyandang difabel melalui kegiatan melukis.

“Diharapkan kedepannya anak berkebutuhan khusus mampu berkreasi, aktif, produktif, terampil, dan mampu bersosialisasi dengan masyarakat layaknya anak normal,” ujar perwakilan mahasiswa, Bayu Asri, kepada Cendana News, disela-sela kegiatan.
Dikatakan lebih lanjut, pelatihan ini diikuti oleh 15 peserta dari penyandang tuna grahita dan tuna rungu. Melalui media pembelajaran dengan metode Ekspresi Bebas, peserta bebas untuk bereksplorasi dan bereksperimen dalam melukis sesuai keinginan dan teknik mereka sendiri.
“Selama empat kali pertemuan, kemajuan anak-anak ini sangat luar biasa. Dari yang semula tidak bisa memegang pensill maupun kanvas, saat ini mereka sudah bisa menggambar dan mewarnai sendiri. Selian itu, hal yang lebih penting adalah mereka mau dan mampu berkerativitas sesuai apa yang mereka inginkan,” terangnya bangga.

Menurut Bayu, pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang yang berkelanjutan untuk meningkatkan kreativitas dan menumbuhkan bakat seni. Sehingga penyandang difabel mampu menjadi seniman, wirausaha, mentor maupun duta seni lukis Indonesia.
“Jika mereka mampu kenapa tidak, mereka dapat mempromosikan seni dan budaya Indonesia ke mancanegara di era industri kreatif,” tambahnya.
Setelah memberi pelatihan melukis, para mahasiswa pecinta lukis yang tergabung dalam komunitas “Kupeluk Dia” ini akan kembali melanjutkan pendidikan mereka di kampus. Sementara untuk lanjutan program pendampingan anak-anak difabel akan dilanjutkan, namun masih menunggu bantuan dari pemerintah.
“Karena keterbatasan dana dan perlengkapan, untuk kelanjutannya kami masih menunggu proposal kegiatan yang kami ajukan ke Direktorat Jendral Kelembagaan Iptek (DIKTI). Mudah-mudahan dapat diterima, dan kegiatan pendampingan dapat dilanjutkan,” pungkasnya. (Harun Alrosid)