Ribuan Mahasiswa Tri Sakti Jakarta Long March Ke Istana Negara

KAMIS, 12 MEI 2016

JAKARTA — Ribuan mahasiswa dari Universitas Tri Sakti, Grogol, Jakarta Barat mengadakan aksi “Long March” dari Patung Kuda, Jalan Muhammad Husni Thamrin menuju kawasan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Kedatangan sekitar 1.000 an mahasiswa Tri Sakti tersebut untuk mengenang “12 Tahun Tragedi Tri Sakti” yang terjadi pada tanggal 12 Mei 1998. Dimana pada saat itu sekitar 4 orang mahasiswa Tri Sakti menjadi korban dalam insiden penembakan saat terjadi kerusuhan di Jakarta.
Aksi unjuk rasa mahasiswa Tri Sakti dimulai pada pukul 15:30 WIB, dimana ribuan mahasiswa Tri Sakti mulai berjalan menyusuri sekitar kawasan Patung Kuda Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat menuju ke depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Kemudian pada pukul 16:00 WIB, mereka memulai aksi unjuk rasa dan menyuarakan orasinya melaui pengeras suara atau sound system yang mereka pasang di atas sebuah kendaraan bak terbuka. Sebelum melakukan aksi demo, mereka sempat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Mereka menuntut Pemerintah Pusat, khususnya kepada Presiden Joko Widodo untuk transparan dan berani mengungkap apa dan siapa yang sebenarnya berada di balik kasus penembakan yang menimpa beberapa mahasiswa Tri Sakti tersebut. Pada peristiwa penembakan tersebut tercatat 4 orang mahasiswa Tri Sakti meninggal dunia, dan beberapa lainnya mengalami luka-luka. Namun hingga saat ini kasus tersebut tidak pernah terungkap dan pelakunya juga tidak pernah tertangkap dan belum satupun dari mereka yang diajukan ke Pangadilan.
Mahasiswa Tri Sakti juga membawa beberapa spanduk yang bertuliskan “Suaraku Bukan Untuk Mencabut Nyawa”, selain itu beberapa diantaranya juga banyak yang membawa payung hitam sebagai tanda turut berduka cita dan berbela sungkawa mengenang keempat alumni yang meninggal dunia dalam peristiwa yang dikenang sebagai Tragedi Tri Sakti tersebut. Keempat mahasiswa Tri Sakti yang meninggal dunia tersebut masing-masing adalah Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan dan Hendriawan Sie.
“Kami mahasiswa Tri Sakti hari ini mengadakan Long March menuju Istana Negara untuk menagih janji-janji Pemerintah Pusat terkait dengan penegakan Hak Asasi Manusia, kami menilai bahwa setiap pergantian Presiden kasus-kasus pelanggaran HAM tetap saja tidak pernah bisa terungkap secara transparan, Pemerintah hanya janji-janji akan mengungkapnya, namun ternyata hingga saat ini tidak ada satupun pelanggaran HAM yang terungkap, pelaku pelanggaran HAM di Indonesia belum ada yang pernah diajukan ke Pengadilan,” demikian dikatakan Reza, seorang mahasiswa Tri Sakti di depan Istana Negara, Jakarta Pusat.
[Eko Sulestyono]
Lihat juga...