Wagub NTB Ragukan Data BKP Soal Anak Stunting dan Buta Huruf

KAMIS, 12 MEI 2016

MATARAM — Adanya rilis data terkait jumlah anak stunting dan buta huruf yang disampaikan Badan Ketahanan Pangan (BKP) bersama World Food Programme (WFP) pada peluncuran peta ketahanan pangan di hotel Santikan, Rabu 11 Mei kemarin, dipertanyakan Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin.

Ia meminta supaya data tersebut perlu di croscek ulang dan diperlukan kajian lebih mendalam lagi, motede dan variabel digunakan seperti apa, untuk memastikan jangan sampai terjadi kesalahan dengan data yang disampaikan.

“Data anak stunting sampai 36 persen termasuk angka perempuan buta aksara, saya masih belum percaya, indikator dan variabel digunakan seperti apa, coba nanti saya minta datanya, perlu di-croscek ulang” kata Amin di Mataram, Kamis (12/5/2016)
Menurut Amin, selama ini, bahkan semenjak periode kepemimpinan Gubernur NTB, Zainul Majdi sudah gencar menggelontorkan berbagai program bidang kesehatan sampai ke perkampungan, termasuk dari sisi anggaran.
Selain itu, program unggulan yang gencar dilakukan Pemda NTB adalah program pemberantasan buta aksara, melalui program angka buta aksara nol (Absano), dan dari program tersebut penurunannya cukup tinggi, tapi sekarang datanya sampai begit
“Coba nanti datanya saya minta, kita croscek ulang, masa datanya sampai sebesar itu” tutupnya.
Sebelumnya, Badan Ketahanan Pangan (BKP) NTB bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan beberapa Instansi lain termasuk dengan WFP merilis hasil survei tentang kondisi ketahanan pangan, kemiskinan, kesehatan, pendidikan dan angka harapan hidup masyarakat
Dari hasil survei tersebut masalah kesehatan dan angka buta akasara menjadi permasalahan memperihatinkan, tertama kesehatan ibu dan anak, dimana jumlah anak stunting mencapai 36,43 sementara angka perempuan buta aksara mencapai 59 persen.
[Turmuzi]
Lihat juga...