Upah tidak Diberikan, Tenaga Pendamping Lokal Desa Merasa Ditelantarkan

MINGGU, 29 MEI 2016

AMBON — Belum mendapatkan upah seperti yang telah dijanjikan panitia Pendamping Lokal Desa (PLD) di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) Provinsi Maluku, peserta yang berasal dari berbagai daerah di daerah tersebut merasa ditelantarkan.
Maluku Tenggara Barat
Sorot Oratmangun, salah satu tenaga PLD Kabupaten MTB menyebutkan, sampai saat ini ia bersama rekan-rekan yang ikut pelatihan belum mendapat upah atau gaji yang sudah dijanjikan panitia.
“Saya benar-benar kecewa dengan kinerja panitia PLD tersebut, karena kita mengikuti pelatihan PLD membutuhkan biaya yang sangat besar,” ucap Sorot kepada wartawan, Sabtu (28/5/2016).
Ia mengakui, memang untuk biaya transportasi pergi dan pulang dari Kabupaten MTB ke kota Ambon Provinsi Maluku, ditanggulangi tim panitia PLD.
“Tapi, sejak kita mengikuti pelatihan mulai Senin 23 – Jumat 27 Mei 2016, panitia sendiri sudah berjanj akan memberikan biaya transportasi serta gaji. Tapi buktinya, kegiatan pelatihan PLD sudah selesai ditutup Kamis malam lalu, saya dan rekan-rekan belum menerima hak seperti yang dijanjikan,” kesalnya.
Sorot menambahkan, untuk gaji atau upah yang dijanjikan ternyata tidak sesuai dengan jarak tempuh ke tempat tugas peserta masing-masing.
“Tim panitia PLD akan memberikan gaji, sama nilanya dengan PLD yang ada di pulau Jawa. Buktinya apa? Kami belum terima satu rupiah,” bebernya.
“Saya dan teman-teman berharap masalah kami bisa diperhatikan Pemerintah Daerah Provinsi Maluku, instansi berkompeten atau Dinas yang menangani pelatihan PLD se kabupaten/Kota di Maluku. Upah kami tolong dibayar,” pungkasnya. 
[Samad Vanath Sallatalohy]
Lihat juga...