Tingkatkan Kemampuan, SAR Gelar Latihan Antisipasi Kecelakaan Darat dan Laut

RABU, 18 MEI 2016

MERAK — Antisipasi kejadian kecelakaan selama aktifitas di wilayah darat dan perairan Selat Sunda, personil Search and Rescue (SAR) PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) cabang Merak menggelar latihan gabungan upaya penyelamatan. Kegiatan latihan bersama dengan beberapa instansi tersebut menurut komandan SAR PT ASDP cabang Merak, Radmiadi, merupakan kegiatan latihan rutin untuk meningkatkan kapasitas kemampuan personil SAR.
Radmiadi mengungkapkan, latihan gabungan sengaja dilakukan secara rutin setiap tiga bulan sekali untuk mengasah kemampuan anggota untuk upaya penyelamatan saat insiden kecelakaan di laut terjadi. Namun latihan lebih intensif dilakukan dua bulan sebelum pelaksanaan angkutan arus mudik dan arus balik lebaran Idul Fitri tahun 2016 atau 1437 Hijriyah agar personil SAR yang jumlahnya puluhan bisa lebih mumpuni dalam pelaksanaan SAR.
“Kita melakukan latihan gabungan terutama dalam menangani kebakaran yang terjadi di wilayah darat terutama area pelabuhan dan juga upaya penyelamatan di wilayah perairan Selat Sunda,”ungkap Radmiadi kepada Cendana News, Rabu (18/5/2016).
Radmiadi menegaskan, pelaksanaan latihan gabungan digelar sejak tanggal 17 Mei dengan pelaksanaan latihan berupa pemberian materi tekhnis tertulis terkait tata cara pelaksanaan penyelamatan di darat dan laut dan pada tanggal 18 Mei pelaksanaan latihan secara langsung baik pemadaman kebakaran di darat serta penyelamatan di laut.
Pencarian dan penyelamatan menurut Radmiadi merupakan kegiatan dan usaha mencari, menolong dan menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah musibah seperti pelayaran, penerbangan maupun bencana alam.
Latihan Search and Rescue yang dilakukan secara gabungan diantaranya latihan pemadaman kebakaran bekerjasama dengan petugas stasiun pengisian bahan bakar (SPBB) khusus PT ASDP Indonesia ferry cabang Merak yang berlangsung di beberapa area pelabuhan serta perairan Selat Sunda.
“Latihan pemadaman kebakaran dilakukan secara nyata dengan simulasi adanya benda terbakar dan anggota SAR harus bisa melakukan upaya pemadaman dengan banyak cara,”ungkapnya.
Pemadaman diantaranya menggunakan media pasir basah, karung goni basah, alat pemadam api ringan (Apar) serta menggunakan kendaraan pemadam kebakaran yang memiliki fasilitas alat penyemprot air berkapasitas besar.
Ia menegaskan, lintasan Pelabuhan Bakauheni di Lampung-Pelabuhan Merak di Banten merupakan lintasan super sibuk sehingga kesiapan tim SAR sangat penting disiagakan selama 24 jam. Beberapa insiden kecelakaan di perairan menurut Radmiadi menjadikan peran SAR sangat penting sehingga latihan rutin perlu dilakukan.
Selain latihan di darat, pelaksanaan latihan hari ini juga dilakukan latihan di perairan. Sebelumnya selain intern melatih kemampuan personil personil SAR intensif melakukan latihan di perairan Selat Sunda di sekitar Pulau Merak Besar dan Pulau Merak Kecil. Latihan biasanya dilakukan diantaranya melibatkan anggota Pramuka Saka Bhayangkara Polsek Pulo Merak.
“Kita juga melakukan latihan penyelamatan penumpang tenggelam atau jatuh dari kapal menggunakan fasilitas perahu karet dengan perlengkapan pelampung dan juga kapal penolong,”terang Radmiadi.
Upaya meningkatkan peran SAR dalam pelayanan di lintasan Selat Sunda saat ini SAR PT ASDP memiliki beberapa fasilitas satu unit kapal tunda (tug boat) TB Merak, satu unit Sea Rider, selain itu beberapa alat penyelaman yang selalu siap digunakan serta alat untuk SCBA (Smoke Chamber Breathing Aparatus) yang digunakan untuk penyelamatan saat musibah di dalam gedung atau dek kapal penumpang.
Radmiadi mengungkapkan, latihan bersama juga akan dilakukan melibatkan pihak lain untuk meningkatkan kemampuan personil dalam upaya penyelamatan. Meski dalam prakteknya upaya penyelamatan akan melibatkan banyak pihak diantaranya pihak polisi, tentara, pemadam kebakaran serta petugas kesehatan namun pembekalan bagi personil SAR lebih diutamakan.
[Henk Widi]
Lihat juga...