JUMAT, 20 MEI 2016
LAMPUNG — Puluhan kelompok tani (Poktan) di wilayah Kecamatan Penengahan, Kecamatan Ketapang dan Kecamatan Bakauheni menerima bantuan bibit padi unggulan varietas Ciherang. Bantuan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Pertanian dalam percepatan masa tanam padi bulan Mei-Juni. Sebanyak belasan ton bibit tersebut dibagikan secara bertahap dibantu anggota Komando Rayon Militer (Koramil) 0421-03/Penengahan.

Menurut bintara pembina desa (Babinsa) Komando Rayon Militer (Koramil) 0421-03/Penengahan, Koptu Sudarwanto mengungkapkan, bantuan tersebut diberikan kepada kelompok tani yang sudah terdaftar di masing masing desa. Pengiriman bibit secara bertahap menggunakan truk menurutnya dikirimkan ke kelompok tani di wilayah Desa Tamanbaru, Desa Tetaan, Desa Klaten serta beberapa desa.
“Kita lakukan pengawalan pendistribusian bibit padi ke kelompok tani yang langsung diterima oleh masing masing kelompok tanpa dipungut biaya,”terang Koptu Sudarwanto kepada Cendana News, Jumat (20/5/2016).
Ia mengungkapkan, setiap kelompok tani mendapat jatah pembagian bibit sebanyak 625 kilogram per kelompok tani sehingga setiap anggota menerima sebanyak 125 kampil, 1 kampil berisi sebanyak 5 kilogram bibit padi. Sebab anggota kelompok tani beranggotakan sebanyak 20-25 petani.
Petani di wilayah Kecamatan Penengahan menurut Koptu Sudarwanto memiliki lahan sawah sebanyak 2 hektar yang terhampar di wilayah lahan pertanian sawah. Diketahui wilayah Kecamatan Penengahan tercatat sebagai sentra lumbung padi di Lampung Selatan. Sarana irigasi yang baik merupakan keunggulan lahan pertanian di wilayah Penengahan yang berada di bawah Gunung Rajabasa.
Koptu Sudarwanto yang dibawah pimpinan Danramil 0421-03/PNH Kapten Inf. Sukandi menjelaskan, pendistribusian bibit padi masih dilakukan dalam dua tahap kepada masing masing kelompok. Dipastikan dengan adanya kordinasi dengan beberapa pihak dengan Dinas Pertanian dan BP3K dan KUPT Pertanian Koramil ikut mensukseskan upaya swasembada pangan.
Upaya capaian tersebut juga menjadi target upaya khusus untuk penyeraban gabah oleh Bulog dalam melakukan swasembada pangan sebagai kerjasama TNI dan Bulog dalam penyerapan gabah petani. Selama ini capaian rata rata perhektar lahan sawah mendapat hasil sebanyak 5 ton dengan target diharapkan 6 ton.
“Tahap selanjutnya masih akan dibagikan bibit kepada kelompok tani yang belum memperoleh bibit padi sambil menunggu giliran,”ujarnya.
Selain mengawal pendistribusian bibit, Babinsa juga melakukan pengawasan terhadap pendistribusian pupuk yang saat ini harus dilakukan dengan sistem pembelian online. Beberapa kelompok tani bahkan sedang dalam proses melakukan pembuatan rekening untuk pembelian pupuk.
Ketua kelompok tani Loka Boga di Desa Klaten Kecamatan Penengahan, Badiman menyebutkan, pemberian bibit bermutu kepada kelompoknya merupakan salah satu upaya meningkatkan hasil pertanian padi sawah. Sebab selama ini petani masih menggunakan bibit dari hasil memilih jenis padi yang akan ditanam tanpa menggunakan bibit kemasan.
“Bibit kemasan dari hasil pemilihan di perusahaan pembibitan semoga hasilnya lebih baik daripada bibit hasil memilih sendiri setelah panen dari petani,”ungkap Badiman.
Badiman mencatat dari sebanyak 20 anggota kelompok tani yang dipimpinnya rata rata masih dalam tahap pengolahan tanah menggunakan traktor yang diprediksi akan selesai pada pertengahan bulan Juni. Seusai dibagikan bibit padi bermutu tersebut akan segera disemai agar bisa segera ditanam pada masa tanam kali ini.

Rata rata produksi padi di wilayah Kecamatan Penengahan menghasilkan padi sebanyak 5 ton untuk jenis padi Ciherang dan IR 46. Catatan Dinas Pertanian setempat khusus di wilayah Kecamatan Penengahan lahan pertanian sawah mencapai 2.110 hektar. Lahan pertanian padi tersebut tersebar di sejumlah desa yang berada dekat dengan saluran irigasi permanen dan tersier dari Sungai Way Asahan.
[Henk Widi]