JUMAT, 20 MEI 2016
JAKARTA — Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) berunjuk rasa memperingati 108 tahun Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di depan istana Merdeka, Jakarta. Mereka mendesak Presiden Joko Widodo untuk merealisasikan ‘nawacita’ sesuai janjinya saat Kampanye Pilpres dulu.

Dalam orasinya, mereka menanyakan sembilan program Joko Widodo yang digagas untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
“Di momentum hari kebangkitan nasional ini, kita tagih janji nawacita, ada apa dengan Jokowi-JK, apa kabar nawacita,”teriak koordinator KAMMI, Budi di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (20/5/2016).
Massa aksi menilai Presiden Joko Widodo telah gagal total dalam menjalankan fungsi pemerintahan dengan konsep revolusi mental yang di-‘jual’ ketika kampanye kepresidenan dulu.
“Jokowi telah melakukan liberalisasi pada seluruh sektor ekonomi negara sehingga keadilan ekonomi yang merata tak pernah terwujud selain hanya untuk pertumbuhan golongan tertentu,”ujar pendemo.
Dalam aksi tersebut, KAMMI menuntut manifesto reformasi segera dijalankan oleh Pemerintah sebagai buah pemikiran mereka yang harus dilaksanakan untuk mengentaskan masalah kebangsaan hari ini, yakni.
1; Tolak politik oligarki, kartel kekuasaan, dan segala bentuk persekongkolan politik yang merusak tatanan demokrasi Indonesia.
2; Tolak ekonomi kapitalistik yang hanya berfokus pada pertumbuhan, tanpa mewujudkan pemerataan.
3; Lawan praktik penegakan hukum yang tebang pilih, menjadi alat sandera politik, dan tumpul pada penguasa.
4; Usut tuntas kejahatan korporasi dan perseorangan yang merugikan kepentingan ekonomi nasional.
5; Lawan segala bentuk liberalisasi pangan dan energi untuk melindungi hajat hidup rakyat Indonesia.
6; Distribusi kepemilikan tanah dan kekayaan Indonesia kepada rakyat Indonesia, agar tidak lagi hanya dikuasai oleh segelintir orang.
7; Tolak segala bentuk hegemoni budaya yang merusak kepribadian bangsa dan nilai-nilai Pancasila.
8; Bangun solidaritas dan konsolidasi nasional dalam meluruskan jalan reformasi demi mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.
[Adista Pattisahusiwa]